Connect with us

chossypratama

Kerjasama Chossypratama dengan Jendral Rich Selama Tahun 2020 Lahirkan 21 Penyanyi Baru – siarminang.net

Kerjasama Chossypratama dengan Jendral Rich Selama Tahun 2020 Lahirkan 21 Penyanyi Baru – Beritasumbar.com

JAKARTA (siarminang.net) – Eksistensi Chossypratama sebagai Musisi Legendaris Indonesia punya andil tersendiri bagi perkembangan musik di Tanahair. Meskipun karya-karya lagunya telah melahirkan penyanyi-penyanyi ternama di Indonesia, seperti: Chrisye, Krisdayanti, Utha Likumahuwa, Novia Kolopaking, Desy Ratnasari, Paramitha Rusady, dan lainnya, tak membuat Chossypratama berhenti sampai di situ.

Chossypratama saat berada di studio musik Promidi Audio Indonesia – Jakarta ketika kami wawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Kamis (31/12/2020) mengatakan bahwa selama Tahun 2020 ia telah merilis lebih dari 30 lagu dengan 28 penyanyi dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Di antaranya, ada 21 penyanyi baru dari berbagai kota di Indonesia yang direkrut lewat program Chossy Pratama Cari Penyanyi (CPCP).

Pada kesempatan yang sama, Jendral Rich, Direktur Chossy Pratama Production (CPP), sosok yang menjalankan program-program yang diluncurkan oleh Chossypratama merincikan 28 Penyanyi yang merilis lagu pada Tahun 2020 dari karya Chossypratama, sebagaimana berikut: Al Jawaher feat. Dewi Yull (Singapura), Kat (Malaysia), Jery Lee (Malaysia), Fadia Haya / Glennpratama – Tersanjung (Jakarta).

Berikutnya: Gen Halilintar – Dunia Menangis (Jakarta), Santy (Semarang), Nanz (Kupang), Wiwin (Makassar) Sarah (Bandung), Aini (Ciamis), Iin Fellik (Surabaya), Riri (Madura), Erika Rasyid (Jogja), Prilla (Solo), Nidy (Jogja), Fitrah (Bandung), Hetty (Jakarta), Sanchai Yang (Jakarta),  Nadya (Bali), Jihan (Madura), Fredi Lee (Surabaya), Atthahirah (Palembang), Hedwico (Ciamis), Adiba Cahya (Surabaya), Alex Yunggun & Bea Serendy (Jogja), Cello Elby (Surabaya), Lauwrence (Jakarta), dan Bagas Bagus (Semarang).

Jendral Rich juga mengatakan, “Saya dan Om Chossy tidak punya target dalam berkarya, mengalir saja, dan terus berkarya. 21 penyanyi baru dari beberapa kota di Indonesia yang direkrut lewat program CPCP sudah kita produksi dan rilis lagunya di Tahun 2020. Tantangan untuk menyukseskan program CPCP ada pada jarak, jadi harus memaksimalkan teknologi. Namun, akhirnya malah membuat saya semakin kenal pada kemampuan Chossypratama, ternyata beliau bukan hanya profesional sebagai composer atau music engineer saja, tapi secara music technology beliau juga sangat bisa diperhitungkan.”

“Team work, itu yang selalu Om Chossy sampaikan. Artis tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa produser, management, dan team promotion, demikian juga sebaliknya. Kepuasan kami, di tengah pandemi kami masih bisa terus berkarya. Meskipun belum ada jebolan CPCP yang booming, namun kami tetap berkarya tanpa berekspetasi, yang penting berkarya saja, karena karya itu titipan Tuhan,” kata Jendral Rich.

Seperti dikatakan oleh Jendral Rich, pada Tahun 2021 Chossypratama akan tetap melanjutkan program #KataChossypratama, dan tetap membuka diri buat siapapun yang mau bergabung dengan CPP untuk berkarya bersama. Pada momen Tahun baru 2021, Om Chossy mengajak para pegiat musik di Tanahair, terutama pada generasimuda, agar terus berkarya, jangan berhenti, dan mewarnai dunia dengan karya.

Jendral Rich juga mengatakan, “Bagi saya, Chossypratama itu manusia yang sangat mengenal dirinya sendiri, tahu mau ke mana, dan mau jadi apa. Chossypratama adalah sosok ayah, guru, teman, manusia merdeka yang tidak akan pernah bisa dibatasi oleh apapun dalam berkarya. Chossypratama itu ‘Underground POP’. ”

(Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bebas

Cello Elby Rilis Video Lirik Lagu ‘Bebas’ Bersama Chossy Pratama Production untuk Ajak Generasimuda Percaya Diri – siarminang.net

Cello Elby Rilis Video Lirik Lagu 'Bebas' Bersama Chossy Pratama Production untuk Ajak Generasimuda Percaya Diri – Beritasumbar.com


SURABAYA (siarminang.net) – Tahun baru 2021 jadi awal bagi Cello Elby dalam memasuki industri musik profesional. Jebolan The Voice Kids Indonesia tersebut merilis video lirik single perdananya yang berjudul Bebas pada Kamis (7/1/2021) di kanal YouTube Chossy Pratama Production.

Lagu Bebas sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Lagu karya Chossypratama tersebut pernah popular dinyanyikan Ozy Syahputra pada dekade 90-an. Melihat potensi yang dimiliki oleh Cello Elby, Penyanyi usia 14 Tahun asal Kota Surabaya, membuat Chossypratama optimis lagu Bebas di-remake untuk generasi milenial.

“Video lirik lagu Bebas lokasi syutingnya di rumah saya sendiri. Kita ingin memanfaatkan lokasi yang ada, karena juga mengingat kita sekarang masih berada pada masa wabah corona,” kata Cello Elby yang tinggal di Surabaya saat kami wawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Minggu (10/1/2021).

Cello Elby juga mengatakan, “Melalui video lirik lagu Bebas, saya ingin generasimuda sekarang agar tetap ikuti jalan dan kata hati kalian, asalkan itu masih sesuai dengan norma dan aturan yang ada.”

Cello Elby, Penyanyi Indonesia. (Dok. Istimewa)

Video lirik lagu Bebas dikonsep santai dan minimalis. Tapi justru jadi tantangan tersendiri bagi Cello Elby bersama timnya, dengan properti yang minim harus mendapatkan hasil yang maksimal.

Pada ending video lirik lagu Bebas, Cello Elby menoleh pada dirinya, kemudian menegapkan badan sambil tersenyum optimis. Cello Elby mengatakan adegan itu jadi pesan tersirat untuk para penonton, agar selalu punya kepercayaan diri pada jalan positif yang telah dipilih.

Selain itu Cello Elby juga mengatakan, “Penggarapan video lirik lagu Bebas saya dibantu oleh tim yang sangat mendukung kesuksesan saya. Di bagian video dan foto ada Rafi, bang Sandy, dan bang Toyib. Untuk kostum ada Kak Cahya. Semuanya beres diatur the one and only, Mrs. Edista.”

Cello Elby, Penyanyi Indonesia. (Dok. Istimewa)

Waktu senggang sehabis bersekolah dimanfaatkan Cello Elby untuk melahirkan karya-karya lagu covering, sehingga komunitas penggemarnya sudah lama terbentuk. Lagu Bebas sebagai lagu pertama dari Cello Elby sudah sangat dinantikan oleh para penggemarnya.

Meskipun lagu Bebas identik dengan vokal Ozy Syahputra, namun Cello Elby berhasil menyajikan dengan karakter vokalnya sendiri. Apalagi aransemen musiknya digarap Chossypratama secara totalitas mengikuti selera musik masyarakat pada saat ini.

Cello Elby, Penyanyi Indonesia. (Dok. Istimewa)

Pada kesempatan yang sama Chossypratama mengatakan, “Pada tahun 90-an lagu Bebas sukses dinyanyikan oleh Ozy Syahputra, aransemen musiknya sesuai dengan selera penikmat musik saat itu. Lagu Bebas versi remake dinyanyikan oleh Cello Elby, penyanyi dari generasi milenial, maka aransemenya mengikuti era musik anak-anak jaman now.”

Menurut Chossypratama, lagu-lagu dari era kapan saja tetap bisa disajikan untuk generasi selanjutnya dengan menyesuaikan dan berusaha untuk mengkombinasikannya agar versi terbaru dari lagu tersebut dapat diterima kembali oleh masyarakat.

“Cello harus lebih konsisten dan serius lagi dalam hal apapun untuk meraih impian Cello di dunia ini,” kata Cello Elby.

Video lirik lagu Bebas dari Cello Elby ada pada link berikut ini:

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

adiba cahya

Adiba Cahya Angkat Konsep Minimalis Elegan di Videoklip Lagu ‘Kesan di Matamu’ Didukung Beberapa Brand dan Produk – siarminang.net

Adiba Cahya Angkat Konsep Minimalis Elegan di Videoklip Lagu 'Kesan di Matamu' Didukung Beberapa Brand dan Produk – Beritasumbar.com


SURABAYA (siarminang.net) – Adiba Cahya, gadis belia usia 14 tahun yang memiliki kecantikan ala putri keraton dan bersuara merdu, optimis meraih kesuksesan dalam meniti karir di dunia musik. Gadis asal Surabaya yang pernah sukses ikut Indonesian Idol Junior dan The Voice Kids Indonesia ini akan merilis videoklip lagu perdananya berjudul ‘Kesan di Matamu’ pada Selasa 24 November 2020 di kanal YouTube Chossy Pratama Production.

Lagu Kesan di Matamu pernah popular dinyanyikan Chrisye pada Tahun 1994 silam, merupakan salah satu masterpiece dari musisi legendaris Indonesia Chossypratama. Adiba Cahya diberi kepercayaan untuk merilis lagi lagu Kesan di Matamu atas keberhasilannya mengikuti program audisi Chossy Pratama Cari Penyanyi yang digelar oleh Chossy Pratama Production (CPP).

Adiba Cahya tinggal di Surabaya, saat diwawancari melalui akun Whatsapp-nya pada Senin (23/11/2020) ia mengatakan, “Syuting videoklip Kesan di Matamu dilakukan sehari di awal November ini, lokasinya di Kota Jogja, tepatnya memaksimalkan kamar hotel di Jogja, karena konsep videoklipnya minimalis, tapi elegan, dan memuat unsur emosional, Director Jendral Rich mengaplikasikannya dari keinginan saya. Dibandingkan dalam bentuk alur cerita, dalam videoklip ini kami ingin lebih menonjolkan penjiwaan, bercerita lewat sorot mata dan ekspresi.”

“Dalam videoklip ini saya menyampaikan kisah dari lagu Kesan di Matamu itu sendiri, tentang rasa rindu. Penggarapannya dilakukan oleh tim kreatif yang sudah berpengalaman membuat videoklip: Jendral Rich (Producer, Director, Photograph), Ian Anatha (D.O.P, Editor), Bassipun (Crew), Betrik Zaenal (MUA), Novita Sulistia (Hair Style), dan Vonny Jayanata (Wardrobe). Terwujudnya videoklip lagu Kesan di Matamu berkat dukungan dari Rich Healty Squad, Mbah Joe Resort, De Aroma Souvenir by Padhita, dan Vonny Jayanata,” kata Adiba Cahya.

Adiba Cahya mengakui lagu Kesan di Matamu punya emosi yang besar dan cerita yang indah di dalamnya, sehingga jadi tantangan tersendiri bagi Adiba Cahya untuk menyanyikannya, karena harus bisa menemukan cara supaya emosi besar dan cerita dalam lagu tersebut dapat tersampaikan kepada para pendengarnya. Tapi Adiba Cahya berhasil memahami isi lagu Kesan di Matamu dan menyatu dengan lagu tersebut.

Chossypratama langsung meng-handle keyboard dan programming hingga proses mixing dan mastering lagu Kesan di Matamu yang dinyanyikan oleh Adiba Cahya, didukung oleh beberapa musisi berpengalaman lainnya, seperti: Glennpratama (acoustic guitar), Aubrey Victoria Pratama (string arrangement), Danny Robertus (viola, violin), Wanda Omar (bass), dan Franki dl Hoya (tracking), dikerjakan di studio musik Promidi Audio Indonesia – Jakarta, menggunakan peralatan Pyramix12, Horus, dan Anubis.

Meskipun sukses mengikuti berbagai ajang audisi bernyanyi yang digelar oleh berbagai stasiun televisi nasional, namun Adiba Cahya merasakan ada keistimewaan pada program Chossy Pratama Cari Penyanyi, karena semua orang bisa mengikuti program tersebut, tidak ada batasan usia, gender, dan genre musik. Adiba Cahya jadi yakin pada program tersebut karena dapat berkarya dengan bebas ke depannya.

Adiba Cahya juga mengatakan, “Ketika berkarya bersama CPP, saya mendapatkan banyak pelajaran yang pasti ngga akan saya temukan saat berkarya sendiri. Bekerjasama dan bertemu dengan orang-orang lain, belajar untuk menerima pendapat dan banyak pelajaran lainnya yang sangat berguna untuk ke depannya. Saya juga merasa sangat bebas bersama CPP dalam hal berkarya, yang membuat saya semakin bersyukur untuk ada bersama CPP. Om Chossypratama ngga pernah berhenti memotivasi saya. Karya-karya Om Chossypratama juga secara tidak langsung selalu menginspirasi saya dalam bermusik. Om Chossypratama selalu memberikan saya pelajaran berharga, kapanpun, dan dimanapun. Itu membuat saya selalu bersyukur dapat memiliki kesempatan untuk berkarya bersama Om Chossypratama.”

“Bagi yang ingin ikut Chossy Pratama Cari Penyanyi edisi November 2020, programnya masih dibuka, hubungi aja Om Jendral Rich di nomor 0812-1977-9993. Saya ingin berbagi info peluang untuk sukses kepada siapapun yang berbakat dalam berolah vokal,” kata Adiba Cahya.

Adiba Cahya menekuni dunia olah vokal sejak berusia 10 Tahun. Kerja keras Adiba Cahya, serta kerja keras orang-orang di sekitarnya yang seakan tak pernah berhenti untuk memberikan dukungan untuk Adiba Cahya dalam berkarir di dunia musik. Saat Adiba Cahya menoleh dan melihat semua itu, ia semakin yakin untuk tetap berjalan dengan konsisten dan mempelajari setiap langkah dengan tekun.

Lebih lanjut Adiba Cahya mengatakan, “Sebenernya kalau tentang siapa yang memotivasi saya dalam bernyanyi, saya selalu percaya bahwa motivasi terbesar saya adalah dari diri saya sendiri. Tapi, tentu aja motivasi besar ini ngga mungkin terwujud tanpa ada orang-orang hebat yang selalu membantu saya selama ini. Yang membuat saya sangat termotivasi adalah sebuah impian yang selama ini saya inginkan, yaitu saat karya saya dapat dinikmati oleh banyak orang.”

“Saya ingin memperjuangkan mimpi dan keinginan saya supaya itu dapat menjadi kenyataan. Keinginan untuk membantu, menghibur, dan membahagiakan orang lain melalui karya-karya saya,” kata Adiba Cahya.

(Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

alex yunggun & bea serendy

Alex Yunggun & Bea Serendy Rilis Videoklip U Give Me Love, Mengudara di 83 Radio 53 Kota se-Indonesia – siarminang.net

Alex Yunggun & Bea Serendy Rilis Videoklip U Give Me Love, Mengudara di 83 Radio 53 Kota se-Indonesia – Beritasumbar.com


YOGYAKARTA (siarminang.net) – Krokoh yang terletak di Desa Songbayu, Gunung Kidul, merupakan pantai paling timur di Yogyakarta. Pantai Krokoh berpasir putih, keindahan alamnya begitu memikat hati. Namun akses menuju ke sana masih sulit, membuat pantai tersebut jadi sepi pengunjung. Potensi yang dimiliki Pantai Krokoh belum memberi kesejahteraan bagi para penduduk setempat.

Alex Yunggun dan Bea Serendy, dua anak muda asal Yogyakarta yang memiliki jiwa sosial dan pecinta alam, ingin Pantai Krokoh jadi salah satu ikon wisata bagi Yogyakarta untuk dapat mensejahterakan masyarakatnya. Lewat videoklip single perdana yang berjudul U Give Me Love, mereka mengekspos keindahan Pantai Krokoh, dirilis pada Jumat 20 November 2020 di kanal YouTube Chossy Pratama Production, dan Prima Founder TV.

Selain itu, lagu U Give Me Love dari Alex Yunggun & Bea Serendy juga akan dirilis oleh 83 stasiun radio pada 53 Kota di Indonesia pada 20 – 21 November 2020. Lagu U Give Me Love ditulis oleh Chossypratama, musisi legendaris Indonesia yang langsung mengaransemen dan melakukan mixing dan mastering lagu tersebut. 

Penggarapan lagu U Give Me Love juga melibatkan beberapa musisi lainnya: Steven Mandala (guitar), Wanda Omar (bass), dan Franky Delahoya (tracking). Lagu U Give Me Love digarap di studio musik: Promidi Audio Indonesia menggunakan peralatan Pyramix12, Horus, dan Anubis, diproduseri oleh Jendral Rich, Prima Founder sebagai Executive Producer-nya.

Bea Serendy tinggal di Yogyakarta, saat diwawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Jumat (20/11/2020) mengatakan, “Ada dua pantai yang kami angkat di videoklip U Give Me Love, Pantai Krokoh dan Pantai Prima Rock View, Bongosan, keduanya di dukuh Putat. Penduduk di sana memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk jadi sumber penghidupan mereka. Sebagian besar dari mereka adalah nelayan, selain itu juga ada yang petani, dan perantauan di luar daerah. Despite their jobs, they live a peaceful life, dan mereka juga sangat ramah. Although they have amazing places and amazing people, there are a few things that can be improved with time. Seperti susah sekali mendapatkan sinyal di sana, dan listrik hanya ada di certain parts of the desa, jadi hal-hal ini bisa kita kembangkan lagi overtime”.”

Sampul Lagu U Give Me Love – Alex Yunggun & Bea Serendy.

“Lagu U Give Me Love bertema cinta universal, termasuk juga mencintai alam. Dengan mengekspos pantai-pantai tersebut, kita bisa mengenalkannya ke orang banyak, agar merekapun bisa mencintainya. Selain itu, we can attract other people to go there too. Jika ada banyak orang yang mengunjungi pantai-pantai tersebut, itu bisa membantu menaikkan perekonomian desa tersebut,” kata Bea Serendy.

Pada kesempatan yang sama, Alex Yunggun mengatakan, “Kita ingin menunjukkan bahwa cinta universal ini juga diterapkan dengan cinta terhadap alam, dan bersyukur atas keindahan tersebut. Pantai Krokoh dan Pantai Prima Rock View, ‘diamond in the rough’. I think that in the village of which the beach we recorded in is in the area with has some problems. One of which it lacks is education, where when we were on set, a group of teenage-adult boys cat called most of the girls in the cast and that is highly prohibited. I think that maybe this is due to lack of knowledge in the morality of the issue. So I really think the government failed them with education.”

Bea Serendy saat syuting videoklip U Give Me Love di Olifant OHS – Yogyakarta.

Syuting videoklip lagu U Give Me Love dilakukan pada tiga lokasi: Olifant OHS, Pantai Krokoh, dan Prima Rock View, visualisasinya didukung oleh para pegiat seni di Yogyakarta; AM Kuncoro, Maya Sari Devi, Stanley Nathaniel, Dewita Candraningtyas Shakti, Atharzia Nur Wicaksono, Pablo Adnan Kashogi, Elaine, Clara Natasha Christabel Marantika, Aurelia Jelita Indracahyadhi, Clementie Freya Darmadji, Talitha Bennet Tarigan, Berliana Chrisma Sari, dan Daisuke. Video credit U Give Me Love dipegang oleh Prima Founder Production.

Alex Yunggun juga mengatakan, “Videoklip U Give Me Love juga berpesan, walaupun kita dalam keadaan senang, susah, dan pada semua peristiwa yang tengah dihadapi, akan selalu ada keluarga yang mendukung kita, makanya kita janganlah sampai lupa dengan orangtua. Alur cerita videoklipnya, Bea dan saya berencana untuk jalan-jalan dengan teman-teman, dan akhirnya memutuskan untuk camping bersama. Lalu kami berangkat dari rumah dalam keadaan buru-buru untuk berangkat. Kemudian kami semua bertemu di tempat menunggu bus yang akan membawa kami ke lokasi camping. Bea dan saya bergabung ke kelompok teman kami sendiri-sendiri. Saat bus datang, perjalanan pun kami mulai. Saat tiba di lokasi, kami bermain-main di pantai. Kami camping di pantai tersebut. Saat camping, kami mulai kangen dengan orangtua dan berhalusinasi bahwa teman-teman tersebut adalah orangtua kami. Beberapa kali halusinasi ini muncul, sampai akhirnya orangtua kami benar-benar datang memberi kejutan, dan kemudian kami berpelukan.”

Alex Yunggun saat syuting videoklip U Give Me Love di Olifant OHS – Yogyakarta.

“Terimakasih Opa Chossy untuk lagu dan aransemen lagu U Give Me Love yang amazing. Awalnya aransemen lagu U Give Me Love ingin diinspirasikan dari nuansa KPop, karena musik yang disukai Bea dan saya. Tetapi, sebagus apapun lagu kami ini, saya tidak ingin memanggilnya KPop, ini adalah musik Indonesia, bukan KPop. Atas terwujudnya videoklip U Give Me Love, kami berterimakasih pada Olifant OHS, Parsley, Cobra Dental, Chandra Gupta, Rejeki Transport, Katombo, Puding Eike, Hana Music, dan semua pihak yang telah ikut mendukung kami,” kata Alex Yunggun.

Menurut Bea Serendy, “Videoklip U Give Me Love bercerita tentang influence orangtua terhadap hidup anaknya, rasa kasih sayang, dan rasa saling rindu orangtua dan anaknya. Visualisasinya pada videoklip, aku, Alex Yunggun, bareng teman-teman pergi jauh dari rumah untuk liburan. Pada saat liburan itu, aku dan Alex Yunggun terbayang sosok orangtua kami yang juga lagi berada di situ bersama kami, tapi ternyata itu hanya halusinasi saja. Namun, pada akhirnya, orangtua kita datang men-surprise-kan kita. No matter where we are, sosok orangtua itu akan selalu ada bersama kita. Akan selalu ada rasa rindu saat kita jauh dari mereka.”

Alex Yunggun & Bea Serendy bersama Tim Kreatif saat syuting videoklip U Give Me Love di Pantai Krokoh, Gunung Kidul, Yogyakarta.

“Selain itu, our parents will always have an influence on everything we do. Misalnya, ketika kita harus memilih antara beberapa hal, tanpa kita sadari, akan selalu ada influence dari sosok orangtua di pilihan kita, whether it’s big or small,” kata Bea Serendy.

(Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer