Connect with us

Kolom & Opini

Mahyeldi Audy Dan Sumpah Pemuda – siarminang.net

Mahyeldi Audy Dan Sumpah Pemuda – Beritasumbar.com

Oleh Reido Deskumar

Peringatan sumpah pemuda tahun 2020 begitu berbeda dari biasanya. Peringatan sumpah pemuda kali ini bersamaan dengan kontestasi Pilkada serentak dihelat di 270 daerah yang tersebar di wilayah Indonesia. Dua momentum yang bertemu secara bersamaan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pemuda khususnya.

Disetiap peringatan sumpah pemuda, narasi-narasi tentang pemuda begitu ramai disuarakan. Sejarah panjang perjuangan pemuda yang telah berkontribusi untuk Indonesia kembali dibuka dan menjadi pembahasan dimana-mana. Bahkan sampai detik ini, perubahan zaman dan kepemimpinan nasional, pemuda tetap menjadi tumpuan terpenting bagi bangsa ini. Maka wajar saja, peran pemuda tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan negeri.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Ya, sederhananya pemuda itu adaptif, sangat cepat beradaptasi dengan zaman. Selain itu pemuda memiliki jiwa kreatif, inovatif dan responsif. Sehingga ide dan narasi yang dimiliki selalu tercurahkan dengan baik. Tanpa disadari hal itu yang membuat pemuda selalu terdepan menghadapi tantangan zaman.

Sebelum kemerdekaan dan saat kemerdekaan pemuda dihadapkan dengan perjuangan yang sangat sulit. Mencurahkan pemikiran bahkan jiwa dan raga untuk berkontribusi agar Indonesia merdeka. Berbeda dengan pasca kemerdekaan pemuda berkontribusi dengan inovasi dan kreativitas, bahkan ikut terlibat mengisi pos-pos strategis kepemimpinan di tingkat nasional maupun daerah. Jadi tidak perlu diragukan lagi, jika pemuda ambil bagian dalam segmen apapun, apalagi terkait kepemimpinan. Karena Bung Karno sebagai tokoh proklamator mengatakan, berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia. Begitulah jiwa optimis Bung Karno terhadap pemuda, kekuatanya dan energi yang dimiliki memberikan pengaruh besar bagi siapapun.

Dalam kontek kepemimpinan, saat ini sedang berlangsung kontestasi pemilihan kepala daerah di Indonesia. Tidak sedikit pemuda yang ambil bagian ikut serta dalam pesta demokrasi terbesar ini. Salah satunya Mahyeldi Audy. Maju sebagai pasangan calon (paslon) termuda dari semua kandidiat yang berlaga pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar periode 2021-2026.

Mahyedi Audy hadir sebagai representatif pemuda hadir dalam gelanggang membuktikan bahwa pemuda masih ada, pemuda masih memiliki nilai tawar berkompetisi dimata masyarakat. Majunya Mahyeldi Audy sebagai pasangan termuda bukan hanya sekedar ikut meramaikan helatan lima tahunan ini atau hanya sebatas ambisi merebut kekuasaan. Mahyeldi Audy berangkat jelas latar belakangnya. Mahyeldi Audy memiliki kapasitas, kapabilitas dan kompetensi diri untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat. Mahyeldi Audy adalah intelektual muda yang lahir dari kampus ternama yang ada di Indonesia. Bahkan salah satu dari mereka Audy menamatkan studi dari kampus Wageningen Belanda. Mahyeldi Audy perpaduan birokrat dan pengusaha muda. Dan Mahyeldi Audy hadir membawa visi misi serta program unggulan yang terukur dan terstruktur dan berdampak besar bagi Sumatera Barat. Jadi tidak kaleng-kaleng hanya sebatas mengikutsertakan diri akan tetapi Mahyeldi Audy memiliki value dan nilai tawar untuk hadir di masyarakat.

Menjadi bagian dari pemuda tentu keberpihakan Mahyeldi Audy tidak diragukan lagi. Dari awal Mahyeldi Audy membawa tagline Millenial Manang sebagai bentuk semangat juang bahwa pemuda (millenial) itu harus menang. Menang dengan menjadi pemimpin di Sumatera Barat dan menang dari tantangan zaman hari ini. Agar semua itu bisa direalisasikan Mahyeldi Audy membuat program unggulan yang berpihak kepada pemuda menciptakan 100 ribu entrepreneur dengan konsepan Digital Creative Enterpreneur Scholarship yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi pemuda Sumatera Barat untuk berkarya, berinovasi dan berkreasi.

Maka sudah saatnya masyarakat dan pemuda yang ada di Sumatera Barat, menyatukan tekat dan suara pada peringatan sumpah pemuda yang berlangsung hari ini Rabu 28 Oktober 2020. Mendukung penuh Mahyeldi Audy sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumbar pada tanggal 9 Desember 2020. Momentum sumpah pemuda merupakan waktu yang tepat memberikan kepercayaan, tempat dan ruang bagi pemuda menjadi pemimpin. Karena Mahyeldi Audy adalah representatif pemuda dan sudah jelas keberpihakan kepada pemuda tidak diragukan lagi.



Sumber

Kolom & Opini

Liburan atau Stay at Home? – siarminang.net

Liburan atau Stay at Home? – Beritasumbar.com

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih – Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas

Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit baru ini pada 31 Desember 2019. Semenjak itu, wabah corona berkembang, salah satunya di Negara kita Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 ketika 2 orang WNI mengadakan kontak dengan WNA asal Jepang. Sampai sekarang corona masih mewabah di Indonesia yang mengakibatkan semua aspek kehidupan menjadi terganggu.

Kita semua merasakan bagaimana sulitnya beradaptasi terhadap kebiasaan selama pandemik ini, seperti yang dirasakan bagi pelajar baik itu dari kalangan pelajar Sekolah Dasar, SMP, SMA, maupun Perguruan Tinggi yang harus belajar dari rumah masing-masing demi memutus rantai penularan Covid-19.

Proses belajar mengajar dilakukan secara daring melalui aplikasi seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dan sebagainya. Kendala yang sering dihadapi oleh pelajar seperti susahnya mendapatkan sinyal, tugas yang menumpuk, dan susahnya memahami materi yang diajarkan oleh guru atau dosen yang mengajar karna keterbatasan keadaan. Para orang tua juga merasakan dampak dari pandemik ini yaitu harus work from home.

Pada 10 Oktober 2020 beredar kabar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dan sebuah tautan Youtube dengan keterangan bahwa para kumpulan dokter ahli, ilmuwan dan pengacara di Eropa mengeluarkan statement perihal Covid-19, bahwa hasil penyelidikan mereka selama ini, Covid-19 adalah penuh kebohongan, rekayasa dan membuat orang punya rasa takut, kehilangan pekerjaan, usaha dan dukungan keuangan, ini adalah karya setan, hasil penyilidikan mereka selama ini Covid-19 tidak seperti yang di beritakan hangat di media saat ini, mereka akan menuntut dan menginvestigasi orang yang bekerja sama membuat kekacauan dan situasi ekonomi yang buruk saat ini dan meminta tidak ada lagi istilah new normal karena Covid-19 tidak memiliki efek yang berbahaya seperti di beritakan selama ini, mereka meminta pemerintah harus mengembalikan keadaan seperti kedaan semula, tidak ada lagi istilah new normal dan pengunaan masker, jaga jarak dan hal lain yg berhubungan dengan situasi Covid saat ini. Kemudian terdapat juga pernyataan dari seorang dokter umum bernama Elke De Klerk menyebut bahwa pandemi tidak ada dan Covid-19 merupakan virus flu biasa.

Beredarnya berita ini mengakibatkan masyarakat menjadi bingung dan bertanya-tanya apakah corona ini memang benar ada atau hanya isapan jempol belaka.

Tak berselang lama, pada 19 Oktober 2020 pemerintah akhirnya menetapkan 28 Oktober dan 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, akan ada libur panjang selama lima hari, yaitu pada 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Kabar bahwa libur panjang tetap dilaksanakan dan simpang siurnya berita terkait corona membuat masyarakat dilema, banyak dari masyarakat menjadi terprovokasi dan berspekulasi bahwa corona itu tidak ada atau corona ada namun tidak membahayakan.

Oleh sebab itu orang tua dan anak-anak akhirnya tidak merasa khawatir terkait corona ini, sehingga mereka berencana menjadikan libur panjang ini sebagai ajang untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk kegiatan selama di rumahBanyak yang berencana memanfaatkan libur panjang untuk pulang kampung atau mengajak anak rekreasi ke tempat wisata.

Tetapi pada 25 Oktober 2020 berdasarkan pernyataan web resmi Satgas Penangangan Covid-19 menyatakan bahwa berita-berita yang beredar di masyarakat adalah hoax. Hal ini dibuktikan karena Faktanya, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai ilmuwan lain mengatakan tidak ada bukti ilmiah virus Corona (Covid-19) kini kehilangan potensinya atau tidak mematikan lagi seperti awal penyebarannya.

Mengenai pernyataan De Klerk yang mengatakan Covid-19 merupakan virus flu biasa, WHO menyatakan COVID-19 menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada influenza musiman. Banyak orang di seluruh dunia telah membangun kekebalan terhadap jenis flu musiman, COVID-19 adalah virus baru yang tidak memiliki kekebalan.

Artinya, semakin banyak orang yang rentan terhadap infeksi, dan beberapa akan menderita penyakit parah. Secara global, sekitar 3,4% dari kasus COVID-19 yang dilaporkan telah meninggal. Sebagai perbandingan, flu musiman umumnya membunuh jauh lebih sedikit dari 1% orang yang terinfeksi. Sehingga klaim mengenai pernyataan-pernyataan ahli Eropa mengenai Covid yang tidak berbahaya merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

Dengan telah dikonfirmasinya berita terkait corona ini, memberikan pelajaran bagi kita sebagai masyarakat bahwasannya kita harus pandai dalam menyaring dan memilah setiap berita yang beredar di sekitar. Selalu pastikan bahwa berita tersebut dari sumber terpecaya sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,

Karena faktanya corona masih ada di sekitar kita, untuk itu cobalah menahan diri sendiri ketika libur panjang ini. Utamakan keselamatan diri sendiri serta lingkungan sekitar dengan cara tetap berada di rumah dan selalu jaga kesehatan. Lakukan kegiatan yang bermanfaat meskipun berada di rumah seperti memasak, menjahit, bersih-bersih rumah, atau sekedar video call dengan sanak saudara di kampung untuk melepas rindu.

Kemudian, berikan pengertian kepada anak-anak bahwasannya libur saat ini bukan ajang untuk jalan-jalan seperti libur-libur sebelumnya, beri tahu mereka bahwa pandemik Covid-19 ini belum berakhir. Solusi lain untuk mengisi waktu selama libur adalah mengajak mereka bermain di rumah seperti congklak, atau ajak mereka dalam kegiatan yang biasa orang tua lakukan seperti memasak atau bersih-bersih rumah, hal ini tentu saja lebih bermanfaat karena kita sekaligus mengajarkan mereka mengenai tanggung jawab di rumah.



Sumber

Baca Selengkapnya

aglonema

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi – siarminang.net

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi – Beritasumbar.com

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti

Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau bukan Sri Rejeki atau kita kenal juga dengan nama Aglonema. Sri rejeki adalah tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae.

Berasal dari genus Aglaonema dan memiliki sekitar 30 spesies. Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Bagi sebagian orang Sri Rejeki dianggap bisa memberikan peruntungan tersendiri. Selain itu tanaman ini juga berfungsi menghilangkan polutan udara sekitar pekarangan.

Tanaman hias ini juga memiliki jenis yang beraneka ragam dengan berbagai pilihan warna dan pasti bisa menambah keindahan rumah. Diantaranya yaitu Pride of Sumatra, Legacy, Lipstik atau Siam Aurora, Bidadari, Dud Anjamani, Red Kochin, Lady Valentine, Sinar Bulan, Emerald Bay, Cutlass, Silver King, Widuri Putih Super, dan si Anyamanee  yang baru dikembangkan pada tahun 2019 lalu di Thailand.

Dengan maraknya trend tanmana hias jenis Sri Rejeki atau Aglaonema ini membuat meningkatnya harga di pasaran. Pada beberapa situs penjualan daring, satu buah bibit Sri Rejeki kini dihargai dengan rentang harga 40 ribu hingga 300 ribuan sesuai dengan kekhasan tiap jenisnya. Meningkatnya harga pasar tentunya menjadi ladang usaha tersendiri bagi beberapa kalangan pembudidaya tanaman hias.

Untuk jenis Aglaonema termahal ini jatuh kepada Aglaonema Anyamanee Jenis aglaonema ini merupakan varietas baru yang muncul pada tahun 2019. Keindahannya terletak di daunnya yang lebar yang terdiri dari tiga warna yaitu hijau, merah dan putih. Tanaman ini di Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya, belum banyak pedagang yang mendatangkan bibit atau indukan Aglaonema Anyamanee dari Thailand.

Karena jumlahnya sangat terbatas, memiliki Aglaonema Anyamanee menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi varietas ini memang memiliki bentuk yang sangat indah. Sehingga menjadi wajar jika ia saat ini menjadi jenis aglaonema termahal di tahun 2020. Harga jual tanaman indukannya bisa mencapai puluhan juta rupiah dan harga bibitnya sekitar 300 ribuan.

Namun, ternyata aglaonema ini sendiri merupakan jenis tanaman yang cukup mudah di budidayakan, sehingga bisa menjadi pilihan budidaya tanaman hias rumahan dikala pandemi ini. Berikut  Cara Menanam Aglaonema yang baik dan benar. Menanam Aglaonema bisa dilakukan dengan benih, metode cangkok, metode stek dimana proses nya lebih mudah dibanding metode cangkok.

Untuk merawat tanaman Hias Aglaonema ini mempunyai beberapa langkah yaitu, pertama siapkan medium tanam yang sesuai. Gunakan tanah dengan perbandingan tanah humus dan tanah  pasir 3:1 dengan derjat keasaman 6-7 agar pertumbuhan Aglaonema menjadi maksimal. Kedua memberi pupuk secara berkala, pemberian pupuk untuk Aglaonema ini dibatasi dan cukup dilakukan satu kali tiap tiga bulan untuk menjaga kepadatan dan kondisi medium. Ketiga, sesuaikan kadar air dengan kelembapan tanah, cukup siram satu kali sehari dengan takaran pas agar tanah menjadi subur dan lembab. Terakhir, hindari pencahayaan matahari secara langsung, maksimalkan pertumbuhan Aglaonema dengan menghindarinya dari paparan matahari langsung.



Sumber

Baca Selengkapnya

Kolom & Opini

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19? – siarminang.net

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19? – Beritasumbar.com

Oleh : Ramadhila Sari – Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas

Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dengan mendekati musim dingin. Sejak awal wabah melanda, pengujian klinis vaksin covid-19 menjadi salah satu kabar yang mengisyaratkan kemajuan melawan virus corona yang telah menginfeksi lebih dari ribuan bahkan puluhan juta orang secara global. CoronaVac adalah satu dari sekitar 12 vaksin yang berada dalam tahap uji klinis atau yang dikenal sebagai uji coba fase 3 di seluruh dunia. Ini adalah tahap penting dalam pengembangan vaksin, tak jarang beberapa vaksin eksperimental akan gagal.

Virus Covid-19 merupakan topik yang sangat politis di Brasil. Brasil merupakan salah satu Negara yang sangat terdampak dengan angka pasien terinfeksi covid-19 tinggi. Kasus yang melanda Brasil saat ini menjadi topik hangat bagi warga Brasil terkait indikasi bunuh diri Relawan Covid-19 dalam pengujian Vaksin Covid -19. Dalam hal ini regulator kesehatan Brasil, Anvisa mengambil keputusan untuk melakukan penangguhan pengujian klinis vaksin. Apakah keputusan Anvisa didasarkan pada sains atau politik? Hal ini menjadi perbincangan hangat bagi warga Brasil.

Berita penangguhan vaksin di Brasil muncul tak lama setelah pengembangan vaksin lainnya, yakni perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer, mengatakan vaksin yang telah mereka kembangkan menunjukkan tingkat efektivitas sebesar 90%. Bulan lalu, uji klinis vaksin Oxford meninjau kematian seorang sukarelawan di Brasil dan mengatakan hasil penilaian tidak mengungkapkan masalah keamanan. Para pejabat dan ahli telah sempat menyatakan keprihatinan terkait regulasi yang diawasi oleh Food and Drug Administration (FDA) bisa dirusak oleh kepentingan dan tekanan politik. Ini membuat beberapa Negara  ragu-ragu untuk mengambil vaksin COVID-19.

Uji coba klinis vaksin CoronaVac yang dikembangkan Sinovac adalah uji coba tahap akhir berskala besar yang sedang dilakukan untuk vaksin tersebut. Namun, vaksin tersebut justru menghadapi kontroversi di Brasil dan Presiden Jair Bolsonaro menolaknya karena dianggap kredibilitas vaksin yang kurang. Kepala lembaga penelitian medis Sao Paolo Butantan, Dimas Covas mengatakan keputusan regulator terkait kematian menambah keanehan, sebab kematian tersebut tidak terkait dengan vaksin.

Regulator kesehatan Brasil, Anvisa, memberhentikan pengujian klinis vaksin covid-19, penangguhan sudah dimulai sejak 29 Oktober 2020. Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa insiden yang menyebabkan penangguhan itu adalah bunuh diri. Pemerintah negara bagian Sao Paulo, tempat uji klinis itu dijalankan, kemudian mengkonfirmasi bahwa kematian seorang relawan telah terdaftar sebagai bunuh diri dan sedang diselidiki lebih lanjut. Anvisa mengatakan akan mempertahankan penangguhan uji klinis vaksin dan menepis indikasi bahwa langkah tersebut bermotif politik, melainkan itu murni teknis.

Masalah yang timbul dikarenakan pihaknya tidak menjelaskan peristiwa apa yang sebenarnya terjadi. Dengan penghentian penelitian ini, tidak ada relawan baru yang dapat divaksinasi.

Sebagai informasi, penghentian sementara dalam pengujian obat dan vaksin adalah hal yang umum. Melakukan jeda pada studi memungkinkan peneliti untuk menyelidiki apakah suatu kondisi yang muncul merupakan efek samping dari obat atau vaksin.

Uji coba vaksin CoronaVac dilakukan terhadap lebih dari 10.000 sukarelawan di Brasil oleh lembaga pemerintah Sao Paulo, Institut Butantan. Lembaga tersebut merupakan pemasok vaksin utama di Brasil sekaligus operator pabrik imunisasi umum terbesar di Amerika Latin. Masalah ini menjadi kontraveksi dari berbagai pihak, tahap ketiga uji coba vaksin mengakibatkan kejadian merugikan yang serius, yang diyakini merupakan kematian seorang relawan. Menurut berbagai pihak, kematian itu tidak berkaitan dengan vaksin dan oleh karenanya, studi dapat dilanjutkan kembali.

Covas mengatakan dia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut tentang kejadian merugikan dan hal yang sebenarnya terjadi pada relawan Covid-19 karena alasan privasi. Namun ia memiliki semua informasi yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut tidak terkait dengan vaksin. Pernyataan ini didukung oleh Jean Gorinchteyn, Menteri Kesehatan Negara Bagian São Paulo, yang mengatakan saat konferensi pers bahwa kematian itu adalah “peristiwa eksternal” yang tidak terkait dengan vaksin. Covas mengatakan bahwa tidak ada reaksi merugikan terhadap vaksin tersebut.

Kepala lembaga penelitian medis Sao Paulo Butantan, Covas, yang melakukan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac, mengatakan vaksin tersebut tidak menunjukkan efek samping yang serius.. Penangguhan uji klinis di Brasil dapat menimbulkan dampak terhadap dunia politik yang semakin tegang seputar pengembangan dan distribusi vaksin potensial. Pengujian klinis tahap akhir untuk vaksin Sinovac juga sedang dilakukan di Indonesia dan Turki.  Kedua negara tersebut tidak ada yang mengumumkan penangguhan.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer