Connect with us

Payakumbuh

Pemukulan Tambua Tandai Festival Ekraf 2020 Dibuka Secara Resmi – siarminang.net

Pemukulan Tambua Tandai Festival Ekraf 2020 Dibuka Secara Resmi – Beritasumbar.com

Payakumbuh ,siarminang.net,- Setelah digelar selama 7 hari, Pasar Ekonomi Kreatif (Ekraf) 2020 yang digelar di Kawasan Batang Agam, Agam Jua Art and Culture Cafe baru bisa dibuka secara resmi pada Sabtu (21/11) sore, karena acara ini bersamaan dengan pelaksanaan MTQ Nasional Ke 28.

Dalam pembukaan secara resmi yang ditandai pemukulan tambua oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Novrial bersama Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi, Wali Kota diwakili Staf Ahli Herlina dan Dandim 0306)50 Kota diwakili Danramil Mayor Inf. T Barus, dan Ketua Pelaksana Deni Rianto alias Deni Rao. Serta disaksikan oleh beberapa orang perwakilan Ketua KAN dan Bundo Kanduang yang ada se Kota Payakumbuh.

Kegiatan yang didanai oleh APBD Provinsi Sumbar ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan ketat. Dalam pembukaan acara itu saja orang-orang menonton secara daring melalui akun media sosial influencer. Kemudian untuk pengunjung di lokasi acara dibatasi hanya 150 orang saja, bila berlebih maka harus menunggu dulu di luar pagar. Mereka wajib menggunakan masker agar diperbolehkan panitia untuk masuk.

Dari pantauan media, bahkan filter mikrofon yang dipakai setiap ganti pembicara, juga diganti filternya dengan yang baru, karena panitia pelaksana dari Masyarakat Peduli Seni dan Budaya (MPSB) Kota Payakumbuh berusaha semaksimal mungkin kegiatan ini berjalan sesuai pedoman Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

Dalam sambutannya, Herlina memaparkan kalau ekonomi kreatif (ekraf) merupakan bagian program percepatan terwujudnya industri pariwisata di berbagai sektor, dimana inovasi tidak harus berupa teknologi, namun teknik berfikir kreatif meski kecil dan sederhana, sehingga memiliki imbas kepada peningkatan ekonomi.

“Pelaku ekonomi kreatif harus bisa mengembangkan sayapnya bekerjasama dengan stake holder, mengubah kreatifitas menjadi inovasi. Kita sampaikan terima kasih kepada Pemprov yang telah memilih Payakumbuh sebagai salahsatu lokasi penyelenggaraan Ekraf 2020. Kegiatan ini besar manfaatnya bagi masyarakat dan pelaku usaha ekonomi kreatif pada umumnya. Kita berharap dapat terosialisasikan apa itu Ekraf kepada masyarakat, yang pada dasarnya mereka sudah menjalaninya, namun belum familiar dengan istilah itu,” papar Herlina.

Herlina juga menambahkan kalau inovasi, produk, metode, dan proses pengembangan pelaku Ekraf dapat dilihat dari pelaku usaha muda yang sudah bermunculan di Payakumbuh.

Hal lainnya yang dipesankan Wali Kota Riza Falepi adalah agar seni budaya yang menampilkan anak-anak muda seperti gamaik dan pertunjukan seni tradisi lainnya seperti randai, tari-tarian, dan musik minangkabau itu dapat menggaet perhatian wisatawan dari luar melalui influencer yang mempromosikannya.

“Bangunlah usaha sendiri tanpa menjatuhkan orang lain, dengan meningkatkan kualitas produk, baik itu produk kuliner maupun produk seni yang dihasilkan pelaku Ekraf,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Novrial menyebut pada 1 Juni 2020 lalu, memasuki tatanan new normal, gubernur mengatakan Sumbar tak bisa diselimuti duka dengan terus memikirkan Covid-19, harus pulihkan ekonomi di bidang kepariwisataan karena tidak ada lagi transaksi ekonomi terjadi, maka dinas pariwisata diperintahkan melakukan langkah aktifasi dengan kegiatan berbentuk pasar ekonomi kreatif (Ekraf).

“Sedianya kita menggelar secara konvensional, namun karena masih adanya pandemi Covid-19, kita mengubahnya menjadi kegiatan-kegiatan kecil Pasar Ekraf di beberapa Kota/kabupaten hingga sampai akhir tahun,” kata Novrial.

Kenapa Payakumbuh? Novrial menyebut sebagai pintu masuk wisatawan nusantara dari Provinsi Riau, orang akan melewati dan singgah ke Payakumbuh, meski singgah di Kabupaten Limapuluh Kota sebentar, namun wilayah servicenya adalah Payakumbuh untuk di Sumbar.

“Kemudian, alasan keduanya adalah pelaku seni Payakumbuh dan Limapuluh Kota jumlahnya relatif banyak dibanding kota/kabupaten lain. Terakhir sebagai kota yang terkenal dengan kuliner siang-malamnya, suatu pikiran oleh pemprov kalau brandingnya banyak dan bisa berubah dari galamai, batiah, mrnjadi randang seperti saat ini,” ujarnya.

“Spesifikasi panganan lokal yang perlu diangkat dari acara ini, karena sudah tidak familiar lagi oleh anak-anak muda dan perlu ditampilkan kepada masyarakat,” tukuknya.

Ditambahkannya, kegiatan serupa juga sudah digelar di Aua Sarumpun Tanah Datar, Marandang di Jembatan Ratapan Ibu, Festival Gandang Tambua dan Buluah Anau di Agam, dan minggu lalu Festival Permainan Anak Nagari di Solok Selatan.

Dijelaskan Novrial, kalau dalam pariwisata, ini namanya posisi branding position. Bagaimana membantu pelaku ekonomi kreatif tampil walaupun tak ditonton banyak orang secara langsung, diubah menjadi penampilan virtual.

“Festival Marandang di Jembatan Ratapan Ibu waktu itu saja mencapai rekor tayangan live disiarkan youtuber dan influencer. Sekitar 300.000 orang menonton langsung pada saat itu, bisa dibayangkan kalau yang datang secara konvensional tentu kurang daripada itu, dan yang celakanya kalau tidak disiarkan secara live lewat influencer tentu yang nonton kita-kita saja.Kalau ditonton via media sosial, jangkauannya lebih luas,” tukuk Novrial.

Novrial juga menerangkan kalau syarat gelaran acara ini dari Ketua Tim Gugus Tugas, Wali Kota Riza Falepi dinilainya memiliki perhatian yang luar biasa agar panitia memenuhi semua persyaratan demi mencegah Covid-19, ada petugas kesehatan dari PMI, ada sarana prokes, dan pemeriksaan suhu tubuh, dan ada CCTV memantau acara ini.

“1 orang memiliki tempat 1m persegi, daya dukung acara ini seluas 1500 m², maka isi manusia dalam lokasi acara ini hanya boleh 150 orang saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumbar Supardi menyebut pertumbuhan ekonomi Sumbar merosot menjadi minus 4 persen dari target 5 persen karena transaksi jual beli terhenti karena pandemi Covid-19 yang membatasi aktifitas masyarakat.

“Bersama gubernur, dewan sepakat sesuai dengan aturan yang berlaku, menggiatkan kembali roda pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata. Kami sudah berkoordinasi dan meminta dinas pariwisata merancang bagaimana menumbuhkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Supardi berharap anak-anak muda yang ikut dalam pelaku seni dan ekonomi kreatif dapat mengambil kesempatan untuk unjuk gigi dalam iven ini. Menurut Supardi, anak-anak muda yang mencintai budayanya sendiri diperlukan guna menjaga dan melestarikan apa yang menjadi jadi dirinya sebagai orang Minang.

“Semoga kita semua diberi hikmah oleh Allah dan pandemi ini segera dicabut dan berakhir, aamiiin,” harapnya. (Relis)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

Tidak Ada Penambahan Kasus, Tiga Orang Bebas Isolasi Di Payakumbuh – siarminang.net

Tidak Ada Penambahan Kasus, Tiga Orang Bebas Isolasi Di Payakumbuh – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net, – Sempat terjadi peningkatan kasus sejak awal Ramadhan lalu, Senin (19/04) tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Kota Payakumbuh, dan tiga warga Payakumbuh dinyatakan bebas isolasi.

“Hari ini ada tambahan yang bebas isolasi sehingga sampai hari ini data perkembangan Covid-19 Kota Payakumbuh berubah menjadi 38 orang isolasi mandiri dirumah dan 11 orang dirawat di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh melalui kasi P3 (pencegahan pengendalian penyakit) Fitri saat dihubungi via whatsapp.

Dan tiga orang yang dinyatakan bebas isolasi adalah:

  1. DONA GUMALA SARI, perempuan (30), Ompang Tanah Sirah, IRT
  2. SUSI FEBRIYANTI, perempuan (46), Kubu Gadang, PNS BKD 50 Kota
  3. DUSMAR DUSAT, laki-laki (70), Kubu Gadang, Wiraswasta

Dihubungi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal mengatakan pihaknya terus berupaya mengatasi perkembangan Covid-19 di Payakumbuh dengan 3T (testing, tracing dan treatment) Dinkes Payakumbuh telah melakukan 14.543 tes PCR kepada masyarakat Payakumbuh.

“Kepada masyarakat kita minta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, selalu terapkan 5M dan semoga kita bisa secepatnya kembali ke zona hijau,” ucapnya.

Berikut Kelurahan yang dinyatakan zona kuning (per Kecamatan) adalah sbb :

Kecamatan Payakumbuh Barat

  1. Tanjuang Gadang Sungai Pinago
  2. Payolansek
  3. Subarang Batuang
  4. Kubu Gadang
  5. Ibuah
  6. Bulakan Balai Kandi
  7. Padang Tangah Balai Nan Duo
  8. Padang Tinggi Piliang
  9. Pakan Sinayan

Kecamatan Payakumbuh Timur

  1. Sicincin
  2. Tiakar
  3. Padang Tangan Payobadar

Kecamatan Payakumbuh Utara

  1. Tigo Koto Diateh
  2. Kapalo Koto Dibalai
  3. Napar
  4. Koto Kociak Kubu Tapak Rajo

Kecamatan Payakumbuh Selatan

  1. Sawah Padang Auakuniang
  2. Limbukan
  3. Balai Panjang

Kecamatan Lamposi Tigo Nagori

  1. Koto Panjang Dalam

Laporan Covid-19 Kota Payakumbuh sampai hari ini adalah :

Suspek : 6
Kasus konfirmasi : 917
Sembuh : 857
Isolasi : 38
Rawat : 11
Meninggal : 11
KE : 0
Discarded : 13.263
Total swab : 14.543

(Rilis Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

5 Bangunan Tak Berizin Di Segel Tim Penertiban Bangunan PUPR Kota Payakumbuh – siarminang.net

5 Bangunan Tak Berizin Di Segel Tim Penertiban Bangunan PUPR Kota Payakumbuh – Beritasumbar.com

Payakumbuh ,siarminang.net,- Sebanyak lima bangunan tak berizin dan melanggar peraturan perundang-undangan disegel oleh Tim Penertiban Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh, Senin (19/04).

Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim Mengatakan, berdasarkan rapat persiapan pelaksanaan penyegelan bangunan yang dilaksanakan Jumat (16/04) lalu, terdapat enam bangunan yang rencananya akan ditertibkan.

“Tapi dari rentang persiapan sampai tahap penyegelan hari ini ada satu unit bangunan yang sebelumnya telah diberikan teguran karena melanggar dan tidak berizin, dan pemiliknya langsung melakukan pembongkaran bangunannya sendiri berupa kios di Kelurahan Padang Data Tanah Mati,” kata Kadis PUPR Muslim kepada media setelah proses penyegelan.

Lima bangunan yang disegel tersebut terdapat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Payakumbuh Utara sebanyak dua bangunan dan di Kecamatan Payakumbuh Barat sebanyak tiga bangunan dan Payakumbuh Timur satu bangunan.

Dikatakan Muslim, sebelum dilakukan penyegelan terhadap bangunan tersebut, Dinas PUPR telah terlebih dahulu memberikan teguran beberapa kali terhadap pemilik bangunan.

“Penyegelan ini merupakan tahapan setelah diberikan teguran, dimana kita memberikan teguran sebanyak 3 kali, karena tidak ada respon dari pemilik bangunan makanya dilakukan penyegelan,” terang Muslim.

Lebih lanjut, “Untuk segel akan kita buka setelah pemilik bangunan mengurus semua perizinannya,” tukuknya.

Kadis PUPR juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Payakumbuh yang akan mendirikan bangunan agar tidak ragu dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena pengurusannya tidak sulit dan cepat.

“Jika masyarakat melakukan pengurusan dan syaratnya lengkap, paling lama pengurusan IMB Hanya 6 hari kerja, dan untuk biayanya berdasarkan luas dan jenis bangunan,” ucapnya.

Ditambahkannya “Kepada seluruh warga Payakumbuh sebelum mendirikan bangunan uruslah izinnya terlebih dahulu karena pengurusannya mudah dan cepat,” ajaknya.

Dalam penyegelan tersebut, Dinas PUPR Payakumbuh dibantu oleh Satpol PP, kepolisian, dan unsur TNI. Dan apabila setelah penyegelan tidak ada tindaklanjut dari pemilik bangunan maka tahapan lebih lanjut akan dilakukan pembongkaran.

“Kalau menurut aturan, itu dua minggu setelah penyegelan tidak ada tindak lanjut dari pemilik bangunan kita akan surati yang bersangkutan untuk melakukan pembongkaran sendiri agar bahan bangunan yang dibongkar itu tetap bisa dimanfaatkan. Kalau tidak dilakukan baru kita lakukan pembongkaran,” pungkasnya. (humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Wawako Buka Pesantren Ramadhan Sagara Muhapa – siarminang.net

Wawako Buka Pesantren Ramadhan Sagara Muhapa – Beritasumbar.com

Payakumbuh ,siarminang.net,— Dengan mengusung tema “perbanyak ibadah, ilmu bertambah, Ramadhan berkah”, Sagara Muhapa (semarak gema Ramadhan SMP Muhammadiyah Payakumbuh) gelar kegiatan pesantren Ramadhan tahun 2021, di Mesjid Ansharullah Muhammadiyah Payakumbuh.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 19 April sampai 1 Mei 2021 tersebut bertujuan untuk meningkatkan akhlak agar lebih bagus, ibadah dan pemahaman terhadap hadist semakin lebih baik lagi bagi anak didik SMP Muhammadiyah Payakumbuh.

Pesantren Ramadhan yang digelar SMP Muhammadiyah Payakumbuh di tahun 2021 merupakan tahun keempat, akan tetapi di tahun 2020 tidak digelarnya pesantren Ramadhan karna dilanda musibah wabah virus Covid-19.

Ditunjuk sebagai pembuka kegiatan pesantren Ramadhan Sagara Muhapa, wakil walikota Erwin Yunaz menyampaikan cukup banyak pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan ini, seperti pembinaan akhlak, peningkatan keimanan, ilmu pengetahuan dan membentuk karakter yang baik bagi generasi muda. Sehingga dengan itu pengaruh – pengaruh negatif akan terhindar dan terjauh di kalangan mereka.

“Melalui pesantren Ramadhan kita harapkan terbentuknya prilaku generasi penerus yang berakhlakuk karimah. Kemudian senantiasa terhindar dari kasus kenakalan remaja, narkoba, minum miras, pergaulan bebas dan hal merugikan lainnya,” ujar Wawako, Senin (19/4).

Wawako juga menekankan, dalam pelaksanaan Pesantren Ramadhan memerlukan adanya dukungan penuh dari guru, instruktur, pengurus masjid serta orangtua di rumah.

“Untuk itu, mari kita saling bersinergi, Insya Allah Pesantren Ramadhan di tahun ini lebih meningkat kualitasnya. Karena ini momen meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus membentuk karakter anak didik yang berakhlak baik,” harap orang nomor dua di kota Payakumbuh itu.

Wawako Payakumbuh berpesan kepada para peserta, agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan Sagara Muhapa ini dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Fokus dalam menerima setiap materi yang disampaikan, dan cermat mengambil hikmah dari informasi dan wawasan yang telah disampaikan.

“Dengan kegiatan Pesantren Ramadhan Sagara Muhapa ini, diharapkan Kota Payakumbuh akan memiliki generasi muda yang bertaqwa, serta berakhlakul karimah, yaitu generasi yang kuat imannya, mantap ilmunya, baik amalnya, dan mulia akhlaknya,” pungkas Erwin Yunaz.

Sementara itu, kepala sekolah SMP Muhammadiyah Payakumbuh Antonius Budiarto dalam sambutannya juga menyampaikan jika ditahun keempat ini ada sebanyak 87 orang siswa/siswi yang akan mengikuti kegiatan Sagara Muhapa yang digelar selama dua pekan kedepan.

“Kegiatan kita ini akan berlangsung setiap hari kecuali hari minggu, yang mana kegiatan pesantren Ramadhan akan dimulai pada jam 8 pagi dan diakhiri dengan sholat zuhur berjamaah di mesjid ansharullah ini”, kata Anton.

Lebih lanjut, dengan semangatnya Kepala Sekolah itu mengatakan jika ada seorang Qori dari SMP Muhammadiyah Payakumbuh yang akan mewakili kota Payakumbuh untuk mengikuti MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat pada bulan November 2021.

“Dan semoga kedepannya SMP Muhammadiyah akan banyak melahirkan Qori dan Qoriyah terbaik yang ada di kota Payakumbuh hendaknya”, pungkas Anton mengakhiri.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer