Connect with us

News

Semen Padang harapkan suporter penuhi stadion di dua laga kandang

Semen Padang harapkan suporter penuhi stadion di dua laga kandang


Padang, (ANTARA) – Kesebelasan Semen Padang FC berharap pendukung tim berjuluk Kabau Sirah itu memenuhi Stadion Haji Agus Salim Padang pada dua laga kandang ketika menjamu Madura United (20/10) dan Persipura (24/10) untuk menjaga tren positif tim saat ini.

Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Hasfi Rafiq di Padang, Kamis mengatakan tim saat ini tentu berusaha meneruskan tren positiflima laga tanpa kekalahan yang membuat mereka keluar dari zona degradasi di klasemen kompetisi Shopee Liga 1 Indonesia 2019.

HasfiRafiq mengatakan Madura United dan Persipura Jayapura bukanlah lawan mudah bagi Semen Padang walaupun di putaran pertama, Semen Padang mampu menahan imbang keduanya di kandang mereka.

Dirinya berharap seluruh elemen masyarakat dan suporter memberikan dukungan langsung kepada tim dengan datang dan menonton langsung ke stadion.

“Kita berharap kembali meraih kemenangan untuk terus merangkak naik diposisi klasemen, selain kerja keras pemain, kami tentunya juga berharap dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat dan suporter. Mari kitamerahkanstadion,” kata Hasfi menambahkan.

Ia mengatakan dalam kondisi mental pemain yang saat ini sedang naik, tentunya tim butuh dukungan penuh suporter untuk menambah kepercayaan diri pemain serta memberi semangat untuk meraih poin maksimal.

HasfiRafiqmenegaskanyang dibutuhkan tim saat ini adalah dukungan penuh bukan caci maki. Jika suporter menyampaikan kritik tentu akan diterima oleh tim tapi jangan sampai melontarkan kata-kata kotor kepada pemain dalam pertandingan.

“Tim ini milik kita bersama, dukungan penuh kita semua yang akan membuat tim ini terus lebih baik. Mohon dukungan do’a dari semua elemen masyarakat untuk kesuksesan Semen Padang FC bertahan di Liga 1 Indonesia,” kata Hasfi menegaskan.

Sementara itu, untuk menambah semangat pendukung datang ke stadion, panitia pelaksana pertandingan kandang Semen Padang memberikan program khusus kepada masyarakat yang membeli tiket secara dalam jaringan (daring) melalui aplikasi Semen Padang.

Penonton yang membeli tiga tiket sekaligus akan mendapatkan bonus satu tiket untuk tribun utara dan selatan dan program ini mulai berlaku dari 16 hingga 19 Oktober.

Dengan hasil positif dalam lima pertandingan terakhir, Semen Padang mampu bangkit dari keterpurukan. Anak asuh EduardoAlmeidaitu mampu lolos dari zona degradasi. Saat ini tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini berada di posisi 13 klasemen dengan raihan 22 poin dari 22 pertandingan.

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘491803547646366’,
xfbml : true,
version : ‘v2.5’
});
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘558190404243031’,
xfbml : true,
version : ‘v2.5’
});
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=558190404243031”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Mari Kita Boikot Produk Prancis! – Fadli Zon

Fadli Zon Kritik Presiden Emmanuel Macron: Mari Kita Boikot Produk Prancis!


Pernyataan Presiden Menteri Prancis Emmanuel Macron menuai banyak kritikan dari awak media hingga warga Muslim di seluruh dunia.

Dilansir dari The Guardian, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak akan menurunkan publikasi karikatur Nabi Muhammad atas nama kebebasan berekspresi.

Gayung pun bersambut. Macron dikecam melalui protes-protes internasional, serangan siber dilancarkan ke situs-situs Prancis, dan sejumlah tokoh tak tinggal diam.

Salah satunya yaitu politikus Partai Gerindra Fadli Zon yang mengkritik Macron melalui akun Twitter-nya dengan seruan untuk memboikot produk

“Pernyataan Presiden Prancis Macron telah melukai banyak umat Islam di seluruh dunia. Ini contoh pemimpin negara yang Islamophobia diskriminatif dan rasis. Mari kita boikot produk-produk Prancis!”

Pernyataan Macron tersebut merupakan buntut dari kasus pembunuhan Samuel Paty, guru SMA di Perancis, sekitar 12 hari yang lalu.

Samuel yang mengajar pelajaran sejarah dan geografi diserang remaja berusia 18 tahun pada Jumat 16 Oktober 2020.

Remaja tersebut tewas ditembak polisi tak lama kemudian.

Di depan para muridnya, Samuel memamerkan karikatur dari majalah satir Charlie Hebdo dalam diskusi tentang kebebasan berpendapat.

Sebelum menunjukkan karikatur tersebut, Samuel dikabarkan mempersilakan murid-muridnya yang beragama Islam untuk meninggalkan kelas jika mereka ingin.

Korban sedang berjalan dari sekolah menuju rumahnya saat penyerangan terjadi.

“Dia menderita banyak luka di kepala…dan kepalanya telah dipenggal,” ujar Jean-François Ricard, jaksa anti-terorisme Prancis, sebagaimana dikutip PORTAL JEMBER dari The Guardian.

Pernyataan Macron juga mendapat peringatan dari Iran yang mengatakan bahwa responsnya terhadap pembunuhan tersebut “tidak bijak”.

Dilaporkan televisi negara Prancis bahwa Kementerian Luar Negeri Iran telah menuduh Prancis sebagai promotor kebencian terhadap Islam yang bersembunyi di balik kebebasan berekspresi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gérard Darmanin mengatakan bahwa lawan mereka adalah ideologi, bukan agama.

Darmanin menambahkan bahwa mayoritas umat Islam di Prancis sudah menyadari bahwa mereka yang paling dipengaruhi gelombang ideologi dari Islam radikal.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer