Connect with us

Payakumbuh

SiFadwa Rancak Dilaunching – siarminang.net

SiFadwa Rancak Dilaunching – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Aplikasi Si Fadwa Rancak (Sistem Informasi Fasilitasi Administrasi Warga dan Registrasi Pencatatan Administrasi Kependudukan) dilaunching dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Payakumbuh ke 50, pada 17 Desember Tahun 2020 di kantor balai kota.

SiFadwa Rancak merupakan aplikasi mobile berbasis android yang bisa dipakai warga dalam pengurusan layanan administrasi kependudukan di Kota Payakumbuh. Layanan ini terintegrasi dengan sistem layanan offline pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Payakumbuh. Layanan terintegrasi ini berlangsung cepat, akurat, dan transparan.

Sudah dapat diunduh di playstore, ukurannya cuma 10Mb, dan itu gratis, tanpa bayar. Setelah mengunduh aplikasi ini, akan langsung terinstall pada perangkat android pengguna, dan di halaman awal pengguna harus melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum bisa login. Registrasi menggunakan e-mail dan passwordnya serta data diri sesuai KTP.

Setelah registrasi, pengguna harus menunggu operator dinas memverifikasi data diri yang mereka masukkan. Barulah nanti mereka akan bisa mengakses pelayanan kependudukan mana yang akan mereka gunakan.

4 Rancangan Lainnya Yaitu :

  1. Pendaftaran penduduk seperti penerbitan KTP-el, KK, dan KIA.
  2. Pencatatan sipil seperti akte kelahiran, akte kematian, akte perkawinan, dan akte perceraian.
  3. Survey kepuasan masyarakat, ini merupakan untuk digunakan indeks kepuasan masyarakat sesuai dengan PermenPAN-RB Nomor 14 tahun 2017.
  4. Pengaduan yang terbagi dua, ada pengaduan terkait layanan langsung tersambung ke SP4N (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional), sifatnya universal di setiap OPD Payakumbuh.

Ada lagi pengaduan NIK Online, dimana lembaga yang menggunakan data NIK atau dukcapil, contoh BPJS, BANK, Perpajakan, Samsat, BPN, dan lembaga lainnya apabila tidak menemukan data warga tersebut, maka masyarakat bisa melaporkan hal itu ke disukcapil agar dapat dikonsolidasikan oleh dinas ke Kemendagri.

Aplikasi besutan Bidang E Goverment (E-Gov) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh itu digarap dalam waktu tiga bulan saja, dan masih terus akan dikembangkan.

“Aplikasi ini akan dipakai oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Payakumbuh, servernya ada di kita, Pemko Payakumbuh,” kata Kabid E-Gov Armein Busra kepada media, Jumat (18/12).

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Yunida Fatwa kepada media di kantornya menjelaskan kehadiran aplikasi ini nantinya diharapkan sebagai pengganti dari sistem online yang dilakukan sekarang, masih menggunakan layanan whatsapp. Kekurangan melalui W.A, operator dinas sering kewalahan melayani antrian. Maka diganti dengan aplikasi SiFadwa Rancak agar antrian dapat terlayani dengan baik.

“Kalau biasanya layanan kita kan online via W.A, ini bakal diganti dengan aplikasi. Karena ini baru dilauching, maka masih dalam tahap testing ujicoba. Diusahakan awal Januari bisa dipakai warga Payakumbuh,” kata Yunida.

Menariknya, aplikasi ini berkebetulan saja singkatan namanya hampir sama dengan nama belakang kepala dinas itu.

“Tulisannya kan beda ada, ketika dibaca memang berbunyi sama, kebetulan itupun Diskominfo yang memberikan nama aplikasinya,” terang Yunida. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

Wako Izinkan Sholad Id Di Masjid Atau Lapangan – siarminang.net

Wako Riza Harapkan ASN Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Jaga Kinerja Demi Pelayanan Prima – Beritasumbar.com

Payakumbuh — Menindaklanjuti Surat Edaran baru Gubernur Sumatera Barat Nomor : 09/Ed/GSB-2021 Tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi Dalam Masa Pandemi Corona Virus 2019 (Covid-19) Di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021, Wali kota Riza Falepi menyampaikan membolehkan warganya untuk shalat idul Fitri sepanjang tidak membahayakan kondisi lingkungan, artinya sepanjang daerah yang melaksanakan beresiko rendah.

“Pertama, pada prinsipnya kita tidak melarang masyarakat untuk shalat Idul Fitri baik di masjid, lapangan atau dirumah masing-masing. Kedua berdasarkan surat edaran Gubernur tersebut, secara umum kita tidak melarang masyarakat untuk shalat ied di lapangan, sepanjang masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid di daerah atau kelurahan masing-masing,” kata Wali Kota Riza Falepi kepada media, Rabu (12/5).

Pemerintah Payakumbuh tahun ini tetap tidak menfasilitasi pelaksanaan shalat Idul Fitri bersama di halaman balaikota.

Namun, kata Riza, yang perlu diperhatikan sekali adalah kondisi Covid-19 di Payakumbuh belum membaik, jadi Riza sangat berharap masyarakatnya kooperatif dalam pelaksanaan shalat ‘ied di kelurahan-kelurahan nanti, agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Pakai masker, jaga protokol kesehatan selama melaksanakannya, semoga kita diberikan kemenangan oleh Allah SWT di hari yang suci dan penuh berkah,” pesan wali kota dua periode itu. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Tim Satgas Covid Kota Payakumbuh Lakukan Monitoring Ke Posko Tingkat Kelurahan – siarminang.net

Tim Satgas Covid Kota Payakumbuh Lakukan Monitoring Ke Posko Tingkat Kelurahan – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net, – Dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19 di Payakumbuh, Tim Satgas Covid-19 yang tergabung kedalam tujuh kelompok melakukan monitoring ke Posko PPKM mikro di tingkat kelurahan, Selasa (11/05).

Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda yang tergabung dalam kelompok satu bersama Kalaksa BPBD, Kadis Pertanian, Kabag Hukum Setdako Payakumbuh, Kabid Humas dan Camat Payakumbuh Utara melakukan monitoring ke Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo dan Kapalo Koto Dibalai.

“Hari ini kita bersama tim ingin memantau dan melihat kesiapan seluruh kelurahan dalam penanganan Covid-19 di Payakumbuh,” kata Sekda Rida Ananda kepada media di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai.

“Alhamdulillah di kelurahan yang kita kunjungi hari ini berjalan dengan baik, dimana lurah, babinkantibmas serta masyarakatnya terlibat langsung dalam penanganan covid ini,” tukuknya.

Sekda menyebut, di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai ini lurah dan babinkantibmasnya sangat aktif dalam penangan covid, mereka selalu mengantarkan pabukoan dan sahur bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19.

“Terimakasih kepada pak babinkamtibmas Afrin yang telah berperan aktif dalam pencegahan penularan covid-19 bersama lurahnya Candra yang telah menyediakan pabukoan dan sahur bagi masyarakat kita yang positif covid-19, ini patut kita apresiasi karena terkadang memberikan bantuan dengan uang pribadi mereka,” ucapnya.

“Semoga ini semua menjadi ladang amal bagi kita semua,” harap Sekda.

Tak hanya itu, lurah juga aktif mencarikan donasi untuk masyarakat yang kurang mampu, seperti mendatangi pelaku usaha yang ada disekitar kelurahan tersebut untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang kurang mampu yang ada di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai.

“Waktu kita monitoring tadi kebetulan di kelurahan sedang ada membagian bantuan untuk masyarakat yang kurang mampu sari Yarsi Ibnu Sina, ini patut dicontoh oleh kelurahan lainnya,” ujarnya.

Kemudian Sekda Rida menjelaskan posko PPKM mimro tersebut akan dilaksanakan sampai tanggal 31/05 mendatang, dan Sekda meminta peran aktif dari lurah untuk terus memberikan edukasi terkait Covid-19 tersebut kepada masyarakat serta terus memantau perkembangan dan keluar masuk perantau di wilayahnya.

“Jangan lupa untuk terus berkoordinasi dengan babinkantibmas, babinsa, puskesmas dan tim satgas Covid-19 Kota Payakumbuh mengenai perkembangan dan masalah yang di hadapi di kelurahan masing-masing,” pungkasnya.

Diakhir kunjungan Sekda Rida Ananda juga memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang kebetulan datang ke Kantor Lurah Kapalo Koto Dibalai. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Tim KRYD Polres Dan Tim 7 Pemko Payakumbuh Lebih Intensif Dalam Razia Yustisi Prokes Dan Pelanggaran Perda Lainnya – siarminang.net

Tim KRYD Polres Dan Tim 7 Pemko Payakumbuh Lebih Intensif Dalam Razia Yustisi Prokes Dan Pelanggaran Perda Lainnya – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Pada minggu terakhir bulan ramadhan 1442 H tahun ini, Tim Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) merupakan Tim khusus yang dibentuk polres yang personilnya gabungan dari beberapa satuan kerja di Polres Payakumbuh. Dalam pelaksanaan operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan, tim ini bekerja sama dengan Satpol PP payakumbuh.

Sementara Tim 7 adalah tim gabungan Pemko Payakumbuh terdiri dari beberapa OPD, TNI, Polri, PM, dan Kejaksaan yang dibentuk berdasarkan SK Walikota guna melakukan penegakan terhadap Perda-Perda Kota Payakumbuh.

Dalam razia ini tim mengunakan metode yang lebih represif, artinya jika ditemukan pelanggar terhadap prokes maka akan didata diberikan sanksi sosial/denda dan apabilla ditemukan pelanggar yang telah lebih 1 kali maka diajukan untuk sidang tipiring sesuai dengan ketentuan Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Pada hari Kamis (6/5) kemaren, dilakukan dua kali giat yaitu pada pagi harinya sekitar pukul 09.30 WIB Razia dilakukan oleh Tim KRYD yaitu penegakan Yustisi Prokes di Kantor Pemerintahan serta melakukan penindakan pada warung kelambu/rumah makan yang berjualan pada siang bulan ramadhan.

Pada kantor-kantor pemerintahan, Tim KRYD memantau tingkat kepatuhan prokes di Kantor Samsat Kota Payakumbuh, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Kantor PDAM yang mana pada umumnya di tempat-tempat tersebut sudah mematuhi prokes, hanya ditemukan 1 pelanggar tidak memakai masker.

Sasaran Tim KRYD bersama Satpol PP Payakumbuh kemaren juga menyasar beberapa perbankan di Kota Payakumbuh khususnya yang menyalurkan bantuan pemerintah kepada masyrakat dan usaha swasta yang terpantau banyak pengunjung seperi swalayan dan dealer motor.

Selanjutnya Tim KRYD juga dilakukan penindakan terhadap 2 warung kelambu/rumah makan di Kelurahan Padang Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur yang kedapatan atau tertangkap tangan sudah buka sekitar jam 11.00 WIB, serta terbukti berjualan pada siang ramadhan sehingga petugas mengamankan tersangka berikut barang bukti beberapa termos nasi, sambal dan nasi bungkus ke Mako Pol PP.

Informasi ini juga berdasarkan laporan dari warga masyarakat dan hasil pemantauan dari Tim Intel Pol PP. Perbuatan para tersangka tersebut setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik terbukti melanggar ketentuan Pasal 15 jo Pasal 5 ayat (3) Perda 01 Tahun 2003 tentang Pencegahan, Pemberantasan, Pekat & Maksiat dan juga melanggar Pasal 30 jo Pasal 11 ayat (8) Perda 01 Tahun 2007 tentang Izin Usaha dan Retribusi Kepariwisataan.

“Untuk mempertangung jawabkan perbuatannya maka para tersangka akan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Payakumbuh pada hari Senin, tanggal 10 Mei 2021 depan,” terang Kasatpol PP Dan Damkar Devitra kepada media, Jumat (7/5).

Pada malam hari sekitar jam 20.30 WIB juga kembali dilakukan razia yang kedua dilaksanakan oleh Tim 7 Pemerintah Kota Payakumbuh melalui pelaksanaan kegiatan Operasi Tim 7 dalam rangka penegakan keamanan dan ketertiban umum serta Penegakan Protokol Kesehatan di Kota Payakumbuh.

Personil Gabungan Tim 7 yang terlibat adalah dari Satpol PP Orang 32 Orang, TNI 8 Orang, POLRI 10 Orang, PM 2 Orang, dan Kejaksaan Negeri 6 Orang. Apel dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra.

Setelah Apel Tim langsung bergerak ke kafe, tempat usaha, dan pusat-pusat keramaian yang banyak pengunjung di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Sudirman dan Jalan A. Yani sebanyak 12 Lokasi.

Berdasarkan razia tersebut maka terdata pelanggar Protokol Kesehatan (tidak memakai masker) dengan total 38 orang, yang mana semuanya diberikan pengarahan tentang pentingnya memakai masker serta didata di aplikasi SIMPELADA agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Sementara 1 Tempat Usaha Forest Three Cafe didenda Rp 500.000,-

Pada kesempatan ini Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra kembali menghimbau kepada seluruh warga Kota Payakumbuh agar lebih disiplin dalam mematuhi prokes ini dan juga agar tidak melakukan pelanggaran-pelangaran Perda lainnya karena Tim Yustisi akan terus meningkatkan intensitas razia dan penindakan juga akan dilakukan lebih represif sehingga efek jera juga akan lebih maksimal mengingat data penyebaran Covid-19 masih tetap meningkat.

“Kesadaran serta kepedulian masyarakat adalah faktor pendukung utama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga kondisiKota Payakumbuh khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa pulih dan normal kembali,” pungkasnya. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer