Connect with us

News

TSR 8 Pemko Padang Soroti Tingginya Tawuran dan Kekerasan Perempuan di Lubeg

TSR 8 Pemko Padang Soroti Tingginya Tawuran dan Kekerasan Perempuan di Lubeg


PADANG – TSR 8 Pemko Padang kembali mengunjungi masjid di Kota Padang, Kali ini hadir dan menyapa jemaah Masjid Rahmah Jalan Kampung Tanjung, Lubuk Begalung, Padang, Sumbar, Selasa, (5/6/2018).

Ketua TSR 8 Pemko Padang, Wadan Lantamal diwakili Pabanrem Puan Potmar Lantamal II Padang, Mayor Laut H. Antoni Haikal, M. Sos mengatakan kehadiran jajaran Pemko Padang di tengah-tengah masyarakat Kampung Tanjuang guna melaksanakan safari Ramadhan bukanlah tanpa sebab, melainkan ingin membangun jembatan hati sehingga terciptanya rasa kebersamaan antara pemerintah, alim ulama dan masyarakat.

Lanjutnya, angka tawuran dan hisap yang melanda pelajar cendrung meningkat di Lubeg, selain itu persoalan kekerasan terhafap perempuan yang kian massive, makanya perlu Komunikasi yang harmonis antara rakyat dengan pemerintah.

Disamping itu, Safari Ramadhan ini juga menjadi wadah dalam berbagi informasi baik dari Pemko Padang kepada warga dan juga sebaliknya. Menurut Antonio Haikal, banyak media yang dapat digunakan warga dalam menyampaikan aspirasi pembangunannya. Selain melalui Safari Ramadhan ini, Pemerintah juga telah membuka akses melalui rembuk warga yang nantinya dapat menyerap keinginan masyarakat hingga ke lini Kelurahan dan Lingkungan.

Karena itulah, melalui momentum Safari Ramadhan ini Antonio mengajak seluruh masyarakat di lingkungan masjid untuk memperkuat komitmen dan meningkatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung program pembangunan Kota Padang.

“Dukungan itu dapat dilakukan dalam bentuk mensukseskan program pembangunan yang sedang dijalankan seperti menjaga kebersihan, menghidupkan kembali Siskamling di tempat masing-masing, maupun pembangunan prasarana dan sarana lingkungan secara partisipatif,” jelas Antonio Haikal saat membaca sambutan Wali Kota.

Untuk pembinaan akhlaq generasi di Padang diselenggarakan pesantren Ramadhan, pesantren Ramadhan sebagai upaya membentuk generasi yang rabbani.

Diakhir sambutannya, Antonio Haikalmengingatkan kepada masyarakat bahwa sebulan lagi akan dilaksanakan Pilwako Padang pada tanggal 27 Juli 2018. Untuk itu Wadan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara benar dan mengawal jalannya Pilkada agar berjalan dengan lancar.

“Mari kita jadikan Kota Padang sebagai barometer pelaksanaan Pilwako yang damai dan jauh dari segala bentuk kecurangan,” Pesan Antoni

Dalam kesempatan itu Pemko Padang juga menyerahkan santunan kepada Rp10 juta untuk kemakmuran Masjid Rahmah yang diserahkan langsung oleh Ketua Tim 8 Wadan Lantamal diwakili Mayor laut H. Antoni Haikal, M. Sos..

Camat Lubuk Begalung, Rosail Akhyari mengatakan juga menyampaikan keamanan sedikit terganggu terkait issue terorisme dan narkoba, saya himbau kita semua saling peduli. “Awasi setiap tamu yang masuk ke kompleks kita, jaga kampung pagar kampung,” ujarnya.

Hasil temuan KUA tahun 2017 lalu, dari 100 orang yang menikah 90 orang tidak sholat dan tidak pandai mengaji.

Terkait riol di Kampung Tanjung, Camat mengatakan Drainase sudah ada grand designnya, di kampung tanjung. Rencana sudah ada tetapi anggarannya belum ada.

“Kasus terbaru di Lubeg menghisap lem menjadi perhatian kita bersama, mari jaga anak kemenakan kita dari narkoba,” tuturnya.

Dia mengajak masyarakat yang punya hak pilih untuk mengunjungi TPS beramai-ramai pada tanggal 27 Juli 2018, mari gunakan hak pilih secara cerdas dan bijak tanpa intervensi.

Turut hadir dalam acara ini, Camat Lubeg Rosail, Kepala Kesbangpol Mursalim, Kadisduk Capil, wedistar, Kabag Organisasi Erwin, Kadis PU PR Yenni Yuliza, Camat, dan alim ulama serta warga masyarakat. (RI)

PADANG – Jelang berbuka puasa, satu unit minibus Toyota Innova hancur setelah diseret kereta api Sibinuang di kawasan…

PADANG – Seluruh kawasan wisata di Kota Padang ditargetkan bebas dari pungutan liar (pungli) pada libur lebaran 2018….

BUKITTINGGI – Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi menyiapkan posko…

PADANG – Santri peserta Pesantren Ramadhan yang berasal dari pelajar SD dan SMP di Kota Padang memperingati Hari Tanpa…

PADANG PANJANG – Lagi-lagi, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Padang Panjang, tepatnya di Jalan…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer