Connect with us

calon jamaah haji

Tutup Acara Manasik Haji, Muhammad Nur Pesankan Jamaah Tetap Jaga Kekompakan

Tutup Acara Manasik Haji, Muhammad Nur Pesankan Jamaah Tetap Jaga Kekompakan


Kota Pariaman, beritasumbar.com ,-Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, H. Muhammad Nur, MA menghimbau kepada Calon Jamaah Haji Kota Pariaman yang akan berangkat tahun2018 ini, supaya menjaga kekompakan dan menguatkan rasa persatuan dan kesatuan sesama jamaah. Hal itu diungkapkan Muhammad Nur pada acara penutupan Manasik Haji yang dilaksanakan Kamenag Kota Pariaman, Minggu (10/6) di Masjid Raya Karan Aur, Pariaman Tengah.

Dia menjelaskan, ibadah haji merupakan ibadah yang dilaksanakan secara bersama-sama dan berjamaah serta berombongan, antara satu sama lain diharapkan bisa saling tolong menolong tiba di Tanah Suci Makah Al-Mukarramah nanti.

“Kita harus saling mengingatkan dan saling memberikan pertolongan antar sesama jamaah, masing-masing jamaah dibagi kedalam rombongan dan regu, tujuannya supaya mudah mengurusnya,” ujar Muhammad Nur yang tahun ini juga akan berangkat sebagai Ketua Pembina Ibadah.

Disamping menjaga kekompakan katanya, perlu juga diingatkan Jamaah mulai dari sekarang, harus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, karena ibdah haji membutuhkan fisik atau tubuh yang sehat, makanya petugas kesehatan mengeluarkan keterangan Istitaah tentang kesehatan.

“Insha Allah, jamaah Kota Pariaman, akan masuk asrama haji Parupuak Tabing Padang, tanggl 27 Juli 2018 dan bermalam satu malam pada tanggal 28 Juli 2018, jamaah akan diterbangkan ke Madinah,” jelas Muhammad Nur.

Jamaah Haji Kota Pariaman, akan bergabung dengan Jamaah Haji Kota Padang Panjang dan Kota Padang yang tergabung dalam Kelompok Terbang 11 (Kloter 11) gelombang pertama. “Diharapkan semua jamaah Kota Pariaman yang berjumlah 111 orang bisa berangkat semua dan jangan ada yang tertinggal,” ulangnya.

Pada sisi lain Muhammad Nur, juga mengharapkan Jamaah Haji Kota Pariaman, menjadi jamah yang mandiri, artinya menguasai tentang tatacara pelaksanaan rukun haji dan wajib haji dan tidak tergantung kepada orang lain.

“Perbanyak menghafal jelang hari keberangkatan, apa-apa yang telah disampaikan nara sumber selama pelaksanaan Manasik Haji,” ulas mantan Kamenag Kota Bukittingi ini. (bb





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

calon jamaah haji

Nagari Sungai Durian Gelar Prosesi Arakan Calon Jamaah Haji

Nagari Sungai Durian Gelar Prosesi Arakan Calon Jamaah Haji


Padang Pariaman, beritasumbar.com ,-Setiap ada warga nagari Sungai Durian Kecamatan Patamuan Padang Pariaman yang akan menunaikan ibadah ketanah suci pada bulan haji akan diarak sampai keperbatasan nagari. Yang menggiring arakan ini adalah ulama dan masyarakat setempat. Tahun ini 6 calon jamaah haji dari Nagari ini menjalani proses arak arakan ini.

Kegiatan maarak calon jamaah haji sampai keperbatasan nagari sudah menjadi tradisi dari dahulu sampai sekarang.

Wali Nagari Sungai Durian, Zulkarnidi mengatakan, untuk tahun sekarang ini ada 6 calon jamaah haji yang dilepas di masjid nagari, akan tetapi juga ada calon jamaah haji asal nagari itu tidak dilepas secara bersama oleh masyarakat. ” 6 orang calon jamaah haji itu dilepas secara bersama dari masjid nagari,” ujarnya pada Minggu 24/6 saat acara arakan yang dimulai dari jam 10 .00 wib.

Dia menjelaskan, meski calon jamaah haji berangkat dari rantau tapi selalu dilepas secara bersama di masjid nagari terlebih dahulu. “Yang dilepas sekarang ini, 6 calon jamaah haji berangkat dari Pekan Baru, Riau. Sepanjang jalan dari masjid menuju keperbatasan, semua pengiring terdiri dari alim ulama dan masyarakat membacakan shalawat dan sampai di perbatasan ditutup dengan doa yang bertujuan semua calon jamaah itu selamat pulang pergi dan mendapatkan haji yang mabrur, ” terang Zulkarnidi.

Dia menambahkan, meski tahun sekarang ini ada calon jamaah haji yang diarak dari masjid, tapi masih ada yang tidak dilepas secara bersama.” Saat pelepasan, keluarga calon jamaah haji itu melompatkan uang receh keudara, dan masyarakat yang hadir berebut mengambil uang, dan tradisi ini selalu bertahan sampai sekarang, “ulasnya. (bb)





Sumber

Baca Selengkapnya

Populer