Connect with us

News

Duka di Hari Lebaran, Ibu di Padang Pariaman Ini Harus Diamputasi Akibat Ledakan Bom Ikan

Duka di Hari Lebaran, Ibu di Padang Pariaman Ini Harus Diamputasi Akibat Ledakan Bom Ikan


Sabtu, 16 Juni 2018 – 21:38:32 WIB – 213

Korban Febrianti mengalami luka parah dan dilarikan ke RS M. Djamil, Padang.

Pilwako Kota Padang 2018

PADANG PARIAMAN – Febrianti (45), warga di Korong Pasa Usang Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat terkena ledakan bom ikan atau bondet di tangannya. Ia harus rela kehilangan tangan sebelah kanan lantaran luka parah terkena Bondet (bom ikan,red). Sebelum meledak, bondet disimpan Febrianti di kamarnya. Bahkan, sebelumnya, bondet tersebut sempat dijemur di halaman depan rumahnya.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho, mengatakan, insiden ledakan terjadi pada Jumat 15 Juni 2018 sekira pukul 16.35 WIB. Mencari ikan menggunakan bom ikan (bondet) sangat membahayakan lingkungan. Tidak hanya ikan saja yang mati, tetapi biota laut laut lain termasuk karang juga ikut mati dan rusak. Namun sekarang bondet rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurut pengakuan suami korban, Gamasru, bondet ditemukan pertama kali oleh istrinya saat hendak berkebun di halaman belakang rumah. Sebelum dibawa dan disimpan di dalam kamar, bondet beberapa kali saat dijemur di halaman rumah.

“Setelah dijemur beberapa saat, bom ikan itu kemudian dibawa masuk dan disimpan di dalam rumah. Saat itulah bom ikan itu meledak dan mengenai korban,” kata Rizki Nugroho, Sabtu 16 Juni 2018.

Rizki mengatakan, selain menimbulkan suara yang cukup kuat, ledakan bondet juga mengakibatkan wajah korban terkena serpihan pecahan kaca kamar. Kemudian, tangan kanan korban mengalami luka berat. Mendapati korban dengan luka cukup parah, pihak keluarga lantas segera mengevakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Kayu Tanam. Akibat luka yang cukup parah, korban pun terpaksa harus dirujuk ke RSUP M. Djamil di Kota Padang.

“Korban terpaksa dirujuk ke Padang karena peralatan medis di puskesmas tersebut kurang memadai. Luka korban pun cukup parah,” tambah AKBP Rizki.

Saat ini, korban tengah mendapatkan perawatan intensif dari pihak medis RSUP M DJamil Padang. Meski tak merenggut nyawa, insiden itu membuat tangan kanan korban harus segera diamputasi.

“Informasi yang baru kami terima, tangan korban harus segera diamputasi,” ujar Rizki.

Selain masih melakukan penyelidikan terkait ledakan tersebut, Rizki juga mengimbau kepada seluruh warga setempat, untuk segera melaporkan kepada kepolisian jika menemui adanya benda yang mencurigakan. Sebab, benda mencurigakan seperti bondet termasuk membahayakan keselamatan jiwa. (Viva/RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: metro,padang-pariaman,peristiwa,sumatra-barat

Gempa Mentawai Dini Hari, Kota Padang Ikut Bergetar

Gempa Mentawai Dini Hari, Kota Padang Ikut Bergetar

PADANG -Gempa bumi berkekuatan 5,9 SR menggoyang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat pada Rabu,…

Eka Putra, SE Salurkan 900 Zakat untuk Mustahiq Tanah Datar

Eka Putra, SE Salurkan 900 Zakat untuk Mustahiq Tanah Datar

TANAH DATAR – Menginfakkan harta di jalan Allah merupakan kewajiban setiap muslim. Di bulan Ramadhan 1439 H, Rabu…

Kunjungi KL Lazismu Taqwa, Mahyeldi Siap Support Pembangunan Muallaf Center Muhammadiyah di Padang

Kunjungi KL Lazismu Taqwa, Mahyeldi Siap Support Pembangunan Muallaf Center Muhammadiyah di Padang

PADANG – Tokoh Muhammadiyah H. Mahyeldi mengunjungi kantor layanan LazisMu Masjid Taqwa Muhammmadiyah Sumbar Jl. Bundo…

Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Inovasi Bappelitbang Kota Bandung

Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Inovasi Bappelitbang Kota Bandung

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung, menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat dengan membentuk Struktur Organisasi Tata…

Safari Diujung Ramadhan di Mandeh, PWPM Sumbar Ingatkan Peran Pemuda dalam Bangun Destinasi Wisata

Safari Diujung Ramadhan di Mandeh, PWPM Sumbar Ingatkan Peran Pemuda dalam Bangun Destinasi Wisata

PESSEL – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumbar kembali menggelar Safari Ramadhan, pada Malam ke Di malam…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer