Connect with us

Payakumbuh

MPP Payakumbuh Dikunjungi DPMPTSP Sumbar – siarminang.net

MPP Payakumbuh Dikunjungi DPMPTSP Sumbar – Beritasumbar.com

Payakumbuh — Sekretaris Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat Widyasari bersama jajarannya berkunjung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh, Selasa (13/10).

Kepala DPMPTSP Kota Payakumbuh Harmayunis didampingi Kabid Pelayanan Terpadu Agus Tri Susatya menyambut kedatangan tamu dari provinsi itu mengatakan kunjungan ini sudah ditunggu-tunggu sejak lama.

“Pucuk dicinta ulampun tiba, kedatangan DPMPTSP Provinsi Sumbar ini sudah lama kita nantikan, kita ingin tau bagaimana penilaian dinas pemprov kepada MPP kita,” kata pria yang akrab disapa Inyiak tersebut.

Widyasari menyebut sejak MPP Payakumbuh pertamakali beroperasi, DPMPTSP Sumbar belum pernah meliat kualitas pelayanan secara langsung, baru dari berita di media dan evaluasi kementerian.

“MPP Payakumbuh dapat penilaian dari Kemenpan RB, sudah A akreditasinya, luar biasa komitmen kepala daerahnya dalam peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, pas kita lihat langsung pelayanannya seperti di kementerian saja,” ujarnya.

Ditambahkan Widyawati, Kantor DPMPTSP Provinsi Sumbar saat ini masih menumpang di kantor dinas lain. Rencananya, sebelum membangun kantor baru, Widya ingin melihat di Payakumbuh dulu bagaimana pelayanan dan sarana prasarananya. Karena mereka akan membangun MPP juga bersamaan dengan kantornya.

“Kalau kondisi begini pantas dapat nilai A dari kementerian, sudah sesuai dengan keinginan masyarakatnya. Kami di Sumbar baru proses Penyusunan DED gedung kantor DPMPTSP baru, semoga bisa mengungguli Payakumbuh nanti,” pungkasnya. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

City of Randang Bukan Gertakan Saja – siarminang.net

City of Randang Bukan Gertakan Saja – Beritasumbar.com

Payakumbuh — Impian Kota Payakumbuh agar Randang Go Internasional sudah di depan mata, pasalnya setelah dibantu fasilitasi oleh Global Enterpreneur Profesional (Genpro) Indonesia, program BRIncubator yang berjalan membuat Koperasi Sentra Randang Payo dengan brand Iko Sero kembali diminta memproduksi bumbu masakan minangkabau untuk di ekspor.

Serah terima pengiriman sampel bumbu masakan minang seperti bumbu gulai, bumbu randang, bumbu kalio, balado, dan bumbu lainnya untuk dikirim Genpro ke 7 negara seperti Turki, Belanda, Hongaria, Mesir, Australia, Taiwan, dan Philipina dilaksankan di Sentra IKM Randang, Senin (19/10).

Berkat tindak lanjut pelaksanaan program BRIncubator klaster UMKM Randang Payakumbuh yang difasilitasi Komunitas Global Enterpreneur Profesional (Genpro) Indonesia, pelaku UMKM telah diberi pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan. Sehingga sampel produk IKM dapat dikirim ke luar negeri.

Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi menyampaikan kerjasama ini membuktikan City of Randang tak hanya sebuah gertakan. Cans yang ada ini harus dimanfaatkan dengan baik dan IKM Randang harus memperhatikan prosedur yang ada.

“Alhamdulillah, Sentra IKM Randang kita memulai langkah di tengah pandemi Covid-19, dengan permintaan cukup tinggi kepada Koperasi Sentra Randang Payo Brand Iko Sero. Besar harapan kita langkah awal yang sudah dimulai ini jangan membuat cepat berpuas hati. Pastikan jangan sampai sampel yang dikirim jika ternyata disukai konsumen, eh pas dikirim lagi dalam skala besar beda rasanya, pastikan standarnya dalam ekspor,” kata Henny.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sentra Randang Payo Witrya Dameiyanti mengatakan dukungan Wali Kota, Ketua Dekranasda, Genpro dan BRI selama ini sangat baik sehingga tumbuh kembang koperasi mereka memiliki progres dan ada harapan bagi pelaku IKM Randang meningkatkan perekonomian mereka.

“Kepada anggota koperasi, pengawas kami ucapkan terimakasih atas kerjasama luar biasa, sehingga kita bisa mengirim Randang ke luar negeri. Apalagi Genpro yang sudah memberikan masukan kepada BRI, dan wujudnya kita bisa mengirim sampel ke 7 negara. Kami berharap sampel yang dikirim sesuai dengan lidah merekan dan cita rasa yang ditawarkan. Kami juga bersedia dikoreksi apakah nanti ada keinginan dari 7 negara itu, mau lebih pedas atau lebih tawar, kita siap memperbaiki pesanannya,” papar Witrya.

Kepala BRI Cabang Payakumbuh Muhammad Nuhan mengatakan pelatihan dengan Genpro lancar dan memberikan tindaklanjut baik. Badan Usaha Milik Negara (BUMD) itu siap membantu urusan keuangan koperasi dalam mewujudkan Payakumbuh City of Randang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Wal Asri teringat pesan Asisten Deputi Kementerian Iwan Faidi yang mengatakan hanya ada dua produk yang bisa bersaing di luar negeri selain produk pertambangan yaitunya makanan spesifik dan fashion. Sedikit sekali peluang bersaing ekspor Indonesia untuk produk olahan.

“Kepercayaan dan kerjasama ini harus dimanfaatkan seluas-luasnya, sebagai awal dari langkah Payakumbuh dalam meningkatkan perekonomian IKM Randang, yang menghasilkan produk makanan olahan Minanglabau,” kata Wal Asri.

Lalu, Area Vice President (AVP) Genpro Sumbar Noval didampingi Perwakilan Genpro Kota Payakumbuh Suci Ukhtina menyampaikan ucapan terimakasih kepada BRI selaku mitra lama di Nasional. Berkat kerjasama ini IKM bisa meningkatkan produksi dan perekonomian mereka lewat progam BRIncubator.

“Bagaimana kita mencetak pengusaha sebanyak mungkin, sehingga ekonomi bangkit. Pengusaha di Indonesia belum banyak, maka kehadrian Genpro ada untuk membina agar pengusaha dapat menjadi sukses sesuai syariat islam, barakallah,” ujarnya. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Pacu Itiak, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Simak Sejarahnya – siarminang.net

Pacu Itiak, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Simak Sejarahnya – Beritasumbar.com

Payakumbuh — Pacu Itiak atau yang biasa dikenal sebagai Pacu Terbang Itiak merupakan salah satu permainan anak nagari di Kota Payakumbuh telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada sidang yang di gelar secara virtual di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, 6-9 Oktober 2020. Dimana Sumatera Barat menghadirkan 8 karya budaya yang disidangkan.

Berdasarkan penuturan Gemala Ranti, kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar yang didampingi oleh Aprimas Kabid Warisan budaya dan Bahasa Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, sebenarnya Provinsi Sumbar mengusulkan 34 karya budaya, tapi hanya 8 karya budaya yang dapat disidangkan tahun ini, dimana 6 karya budaya disidangkan tanpa catatan dan 2 karya budaya disidangkan dengan catatan.

Pada acara Sidang penetapan, Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat didampingi oleh tim ahli WBTB sumbar yang diketuai oleh Pramono dosen UNAND. Selama pemaparan 8 karya budaya tersebut juga dihadirkan maestro dari masing-masing karya budaya dan pendamping dari dinas yang membidangi kebudayaan di 8 daerah pengusul karya budaya.

8 karya budaya yang diusulkan tersebut salah satunya adalah Pacu Itiak dari Kota Payakumbuh dengan maestro yang hadir N.A Dt. Rajo Endah didampingi oleh Riswandi, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Payakumbuh beserta beberapa orang stafnya.

Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Erwin Yunaz Wakil Wali Kota Payakumbuh menemui langsung maesto Pacu itiak N.A Dt. Rajo Endah yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakili oleh Doni Saputra, Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pacu Itiak.

Erwin Yunaz berharap dengan ditetapkannya Pacu Itiak ini sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia menjadikan kegiatan Pacu Itiak ini sebagai salah satu alat daya ungkit ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh. Itu berarti juga Pacu Itiak sudah diakui secara nasional sebagai salah warisan budaya yang ada di Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat.

“Kedepan, berarti tugas kita adalah lebih menggiatkan kegiatan pelestarian untuk pacu itiak ini yang juga harus lebih bisa dikembangkan sehingga juga dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat baik itu pelaku dan peternak itiak khususnya itiak pacu, maupun masyarakat yang ada di Kota Payakumbuh secara umum. Kegiatan pacu itiak bisa menjadi simbol keberhasilan panen dan peternakan sehingga kegiatan ini bisa menjadi pencerminan budaya dan ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh,” ujar Erwin Yunaz.

Sejarah, Makna dan Filosofi yang Terkandung dalam kegiatan Pacu itiak bermula dari sejarah di tahun 1926 seorang petani bernama Burahan yang memiliki Itiak, tepatnya di Nagari Air Tabik Kelurahan Sicincin Mudik, Kecamatan Payakumbuh Timur.

Merasa heran dengan Itiak yang dimilikinya yang bisa terbang, padahal Itiak ini adalah Itiak petelur. Burahan mencoba memperhatikan Itiaknya dari hari kehari, selalu suka terbang dan terbang. Lalu Burahan menceritakan tentang Itiaknya yang bisa terbang ke teman-temannya yang lain. Namun tak ada satupun yang percaya. Keesokan harinya Burahan mengajak temannya itu ke sawah untuk melihat Itiaknya, maka terlihatlah kawanan Itiak yang terbang dari sawah ke sawah. Setelah itu, mereka mencoba mengambil Itiak dan menerbangkannya dari atas bukit.

Terdapatlah beberapa beberapa perbedaan dari bentuk, jenis, dan ciri-ciri Itiak yang bisa terbang tersebut, setelah Burahan dan temannya mencoba mengambil jenis Itiak yang lain dan diterbangkan. Ternyata jenis Itiak lain tidak bisa terbang, selain Itiak petelur.

Timbullah ide dari Burahan untuk menerbangkan Itiak tidak lagi di sawah, melainkan di jalan perkampungan masyarakat, ternyata Itiak tetap bisa terbang dengan baik. Burahan dan temannya mencoba mengadakan Pacu Itiak seadanya lalu mengenalkan kemasyarakat tentang kegiatan ini, tepat pada tahun 1928 dari hasil uji coba pacu Itiak dari atas bukit, dan dari sawah kesawah lalu dibawa ke jalan besar, maka diadakanlah lomba Pacu Itiak pada acara-acara besar yang ada di nagari, seperti Alek Nagari, Pernikahan, Batagak Rumah Gadang, dan alek nagari lainnya yang di iringi dengan pantun-pantun adat dan gurindam.

Pacu Itiak yang merupakan kegiatan rutin yang diadakan ditengah-tengah masyarakat merupakan tradisi yang digemari oleh berbagai kalangan, bukan hanya di Indonesia saja tradisi ini telah nikmati oleh warga negara asing yang ikut menyaksikan langsung kegiatan Pacu Itiak.

Pacu Itiak ini selain menyajikan hiburan juga memberikan makna penting pada pembelajaran nilai-nilai budaya seperti fokus pada tujuan, patuh pada perintah dan aturan, taat terhadap pimpinan, jujur, sabar, pandai membedakan, adanya nilai ekonomis untuk peternak Itiak dan masyarakat patriotisme, persaingan, kekeluargaan, kerjasama dan kekompakan.

Adanya proses yang dilalui untuk menjadikan Itiak sebagai salah satu icon kota Payakumbuh, juga memiliki makna penting dan sejarah yang harus dijaga dan dikembangkan.

Kedepannya Pacu Itiak ini tak hanya sebagai hiburan semata, juga akan dikembangkan untuk jangka yang lebih panjang dengan terorganisasi dengan baik, menciptakan lapangan kerja baru yaitu terbentuknya UMKM yang ada dimasyarakat terhadap penghasilan yang ekonomis: penjualan baju dengan beground Kota Payakumbuh dan Itiak, Rendang Itiak dan olahan usaha lainnya, serta adanya regenerasi yang akan melanjutkan tongkat estafet Pacu Itiak ini. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Tetap Konsisten Pertahankan Kampung Tangguh, Dit Pam Obvit Polda Sumbar Apresiasi Warga Kubang Gajah – siarminang.net

Tetap Konsisten Pertahankan Kampung Tangguh, Dit Pam Obvit Polda Sumbar Apresiasi Warga Kubang Gajah – Beritasumbar.com

Payakumbuh — Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Sumbar Kombes Pol Agus Krisdiyanto bersama Kasubdit Wisata Ilva Siswanto mendatangi Kampung Tangguh Nusantara Perumnas Kubang Gajah Kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu (18/10) sore.

Kedatangan Kepolisian Daerah Provinsi Sumbar itu untuk melihat dan menerima penjelasan tentang rumah isolasi mandiri kampung tangguh yang berlokasi di Jalan Angrek Raya RT 02/RW 03 Perumnas Kubang Gajah.

Turut mendampingi Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, Wali Kota diwakili Kabag Protokoler Setdako Nalfira, Lurah Firdaus, serta pengurus kampung tangguh Kubang Gajah dan Perangkat RW dan RT setempat.

Dir Pam Obvit Agus Krisdiyanto menerima penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan di kampung tangguh, bagaimana penertiban penerapan protokol kesehatannya dan terhadap seluruh warga yang keluar masuk, pemantauan warga ODP melalui aplikasi, serta tata laksana kegiatan di posko.

Setelah itu, Agus juga meninjau kelengkapan fasilitas rumah isolasi kampung tangguh Kubang Gajah.

“Kita sangat mengapreseasi pelaksanaan kegiatan di Posko kampung tangguh Nusantara Kubang Gajah, yang masih aktif sampai saat ini, dimana posko-posko yang lain sudah tidak berjalan lagi, dan kami meminta hal ini agar tetap dipertahankan demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kota Payakumbuh,” kata Agus.

Sementara itu, Kabag Protokoler didampingi Lurah mengatakan semangat dan kebersamaan warga Kubang Gajah untuk mempertahankan kampung tangguh sangat diapresiasi pemerintah kota. Mengingat angka kasus Covid-19 saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Semog dapat ditiru oleh kelurahan lainnya, swadaya warga di lingkungan ini sangat kuat. Bahkan, sebelum warga memberi bantuan kepada keluarga pasien positif disana, di posko sudah tersedia bantuan swadaya warga setempat sebagai cadangan kebutuhan harian warga tersebut,” kata Nalfita. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer