Connect with us

kesehatan

Payakumbuh Minta Guru Beri Contoh Pada Siswa Dalam Mematuhi Protokol Kesehatan – siarminang.net

Payakumbuh Minta Guru Beri Contoh Pada Siswa Dalam Mematuhi Protokol Kesehatan – Beritasumbar.com

Payakumbuh, siarminang.net -Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal memaparkan perihal pembelajaran tatap muka yang telah dilaksanakan, beberapa catatan atau evaluasi yang didapatkan oleh tim gugus tugas sekarang, yakni sulit mengendalikan siswa terkhusus siswa SD dan SMP dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kami setiap harinya terus melakukan cek ke lapangan, di sekolah siswa memang menggunakan masker, susahnya itu ketika di luar gerbang sekolah. Mereka cenderung berkumpul saat pulang sekolah,” ujarnya baru-baru ini.

Menurutnya diperlukan peran yang lebih dari guru dan orang tua siswa agar dapat memastikan seluruh siswa langsung pulang ke rumah ketika selesai pembelajaran tatap muka.

Untuk lebih bagusnya, hendaknya orang tua siswa langsung antar jemput dan tepat waktu.

Mirisnya lagi, kata Bakhrizal pihaknya masih menemukan beberapa guru tidak memakai masker di luar sekolah, hal ini tidak seharusnya dilakukan guru, sementara merekalah yang harus mengedukasi siswa.

“Wali kota Riza Falepi juga sudah memberikan peringatan, kalau ditemukan bukti adanya guru yang tidak patuh protokol kesehatan, maka akan dievaluasi oleh dinas pendidikan,” kata Bakhrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Agustion melalui Sekretaris Disdik Azwardi saat dihubungi menyebutkan akan mengambil tindakan kepada guru atau tenaga pendidik yang tidak mau ikut dengan aturan, dinas akan tegas memberikan sanksi seusai aturan yang ada.

“Apabila ada guru yang tidak mau di rapid tes, maka tidak boleh masuk ke sekolah untuk mengajar, dan dianggap tidak hadir dalam absen, ini akan mempengaruhi tunjangan pendidikan dan sertifikasinya, apabila ditemukan melanggar prokes, maka kita beri teguran kepada sekolahnya,” kata Azwardi.



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

corona

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi – siarminang.net

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi – Beritasumbar.com

Oleh : Adi Saputra
Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Imam Bonjol Padang.

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Hasil dari survey LaporCovid19.org bahwa persepsi warga yang dirilis pada akhir tahun 2020 menunjukkan hanya 31% warga yang bersedia menerima vaksin Sinovac-Biofarma dan 44% warga bersedia menerima vaksin Merah Putih yang dirintis Eijkman.

Dari hasil ini menunjukkan bahwa masih sangat rendah kepercayaan masyarakat pada upaya pengadaan vaksin yang dilakukan pemerintah. Ketidakpercayaan dari masyarakat ini perlu direspon pemerintah dengan membangun komunikasi yang lebih terbuka perihal vaksin Covid-19.

Lebih hironisnya, pemerintah beberapa kali justru membangun citra buruk. Pernyataan yang tidak sejalan soal kapan dilakukan vaksinasi Covid-19 antara Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Terawan adalah salah satu contoh buruknya koordinasi di pemerintah.

Disini seharusnya pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya. Data uji klinis dari penelitian vaksin yang hendak dibeli pemerintah dan di berikan ke masyarakat, perlu dibuka dengan memberi akses ke publik sehingga masyarakat khususnya kalangan akademik dapat menguji keamanan vaksin tersebut. Perusahaan farmasi baik itu asing seperti maupun dalam negeri seperti Biofarma perlu membuka data uji klinisnya.

BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) sebagai otoritas yang akan memberikan persetujuan jenis vaksin yang perlu beredar di Indonesia, juga perlu lebih terbuka. Hasil pengujiannya perlu dibuka ke publik, mengingat ini demi keselamatan dan kesehatan satu bangsa.

Pengadaan vaksin, meski kondisi darurat, tetap perlu ada transparansi anggaran. Jika rencana pemerintah akan membei vaksin pada 170 juta sehingga membutuhkan 340 juta vaksin, sedangkan harga vaksin Sinovac-Biofarma diperkirakan 200 ribu, maka total anggaran yang dibutuhkan minimal 68 triliun rupiah. Ini hanya biaya pengadaan. Maka transparansi biaya dari pihak perusahaan farmasi maupun pemerintah mendesak pula dibuka.

Jika transparansi ini dilakukan, maka kepercayaan masyarakat pada vaksin Covid-19 akan lebih meningkat. Sehingga ketika masyarakat akan di vaksinasi massal, tidak ada lagi penolakan yang akan timbul dari masyarakat.

Selain itu, masyarakat perlu di himbau dan di yakinkan bahwa vaksin yang akan di berikan ini sangat baik untuk menjaga mereka dari serangan virus corona. Bergerak dan ikut sertanya seluruh elemen baik di pemerintahan maupun masyarakat untuk memberi kesadaran tentang vaksin ini



Sumber

Baca Selengkapnya

kesehatan

Ribuan Guru Di Payakumbuh Telah Ikuti Rapid Tes – siarminang.net

Ribuan Guru Di Payakumbuh Telah Ikuti Rapid Tes – Beritasumbar.com

Payakumbuh, siarminang.net – Ribuan guru di Kota Payakumbuh mengikuti rapid tes antibodi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona disease 2019 (Covid-19) di sekolah.

“Sekarang proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di sekolah telah dimulai. Salah satu langkah antisipasi yakni dengan melaksanakan rapid tes antibodi untuk seluruh guru,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal baru-baru ini.

Ia menyebutkan dari beberapa hari yang lalu hingga saat ini, rapid tes untuk seluruh guru mulai dari TK hingga SMA itu masih terus berlangsung, total guru yang telah di tes mencapai sebanyak 1.800 guru.

“Pelaksanaannya masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Jadwal dan tempat rapid tes guru ini diatur dan dibagi untuk setiap sekolah,” ujarnya.

Bagi guru yang dinyatakan reaktif pada rapid tes antibodi ini akan langsung dilakukan swab guna memastikan guru tersebut terpapar Covid-19 atau tidak. Semenjak hasil dari rapid tes ini keluar sampai dengan hasil tes swab didapatkan, guru tidak dibolehkan untuk pergi ke sekolah atau diistirahatkan dulu.

Hingga saat ini memang telah didapatkan guru yang reaktif dan telah dilakukan tes swab kepada guru tersebut.

“Sekarang kita tunggu hasil dari beberapa yang reaktif itu, jika ada yang positif nanti kami tinjau pelaksanaan pembelajaran tatap mukanya, apakah masih bisa dilangsungkan atau kembali pembelajaran daring,” ujar Bakhrizal.

Jika nantinya ada guru yang positif, pihak dinas kesehatan akan langsung melakukan pelacakan kontak, baik itu siswa dan guru, bahkan lingkungan sekitar tempat tinggal guru.



Sumber

Baca Selengkapnya

kesehatan

Hadapi Pemberian Vaksin, Payakumbuh Siapkan 49 Vaksinator – siarminang.net

Tingkat Pelayanan Kesehatan Di Payakumbuh Empat kali Jumlah Penduduk – Beritasumbar.com

Payakumbuh, siarminang.net – Menghadap pemberian vaksin, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat meyiapkan 49 tenaga vaksin. Petugas tersebut yang akan memberikan vaksin kepada penerima yang telah mendapatkan pemberitahuan melalui SMS.

“Kalau untuk tenaga vaksin atau vaksinator yang telah disiapkan 49 orang. Sembilan sudah selesai pelatihan dan 40 sedang menjalani pelatihan,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes Kota Payakumbuh Cinthya Fitri di Payakumbuh, Rabu.

Ia mengatakan untuk sembilan vaksinator yang telah menyelesaikan pelatihan akan ditempatkan untuk delapan puskesmas yang ada di Payakumbuh dan untuk tenaga untuk Dinkes kota.

Sedangkan, untuk 40 vaksinator yang sedang mengikuti pelatihan akan diperuntukan sebagai tenaga tambahan di puskesmas dan rumah sakit.  

Teknis pemberian vaksinasi, calon penerima vaksin yang sebelumnya telah mendapatkan SMS akan mendaftar di hari yang telah ditentukan ke puskesmas yang ditunjuk.

“Ada empat meja nantinya yang tersedia di tempat vaksinasi, meja pertama itu untuk pendaftaran dengan membawa KTP, meja kedua untuk pengkajian kesehatan, meja ketiga untuk vaksinasi dan meja ke empat itu menginput data,” ujarnya

Ia mengatakan pengkajian kesehatan ini memang perlu dilakukan, karena ada beberapa penyakit yang belum dapat diberikan vaksinasi.

“Setelah selesai di vaksin, nanti penerima vaksin akan dipantau selama 30 menit sebelum nantinya dibolehkan pulang,” kata dia.

Ia mengatakan dalam satu pekan nantinya setiap puskesmas akan melakukan vaksinasi selama tiga hari. Dalam satu hari tenaga vaksinasi dapat melayani 10 sampai 20 orang.

“Dan itu masing-masing calon penerima vaksin juga sudah dijadwalkan. Sehingga yang datang ke puskesmas memang yang akan divaksin di hari tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal mengatakan waktu pemberian vaksin di Payakumbuh masih akan menyesuaikan dengan jadwal yang ditentukan dan proses di provinsi.

“Pada tahap pertama ini vaksinasi akan dilakukan untuk tenaga kesehatan di Kota Payakumbuh yang berjumlah 1.084 orang. Sebab, mereka lah yang dekat dengan penderita,” kata dia.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer